Advertisement

Advertisement

Jangan Shalatkan Apabila Dia Mati

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net - Jangan Shalatkan Apabila Dia Mati . Jangan pernah kamu berikan salam kepada orang yang meminum minuman keras, janganlah dikunjungi bila ia terbaring sakit dan jangan shalatkan bila dia mati".

TENTANG LARANGAN MEMINUM MINUMAN KERAS

Al-Faqih berkata : "Muhammad bin-Al-Fadlil berkata : "Ibrahim bin Yusuf menceritakan : "Isma'il bin Aliyah menceritakan kepada kami dari Al-Laits dari 'Abdullah berkata : "Abdullah bin 'Umar r.a. berkata : "Kelak pada hari kiamat peminum minuman keras itu mukanya hitam, bola matanya menonjol, lidah peminum itu keluar sampai ke dada, air liurpun keluar terus menerus sehingga orang-orang yang menyaksikannya mual-mual karena bau busuknya. 

Jangan pernah kamu berikan salam kepada peminum minuman keras, jangan kunjungi bila dia terbaring sakit: dan janganlah shalatkan bila dia mati".

Peminum minuman keras itu sama dengan penyembah patung. Peminum minuman keras itu sama dengan penyembah Lata dan Uzza”. (Keterangan : tentunya bila dianggap halal di dalam minuman itu.


Kabul Ahbar berkata : "Jika saya minum segelas api,lebih aku sukai daripada minum segelas minuman keras".



Jangan Dishalatkan

Al-Faqih berkata : "Al-Hakim Al-Fadlil Al-Haddadi berkata : "Abdullah bin Mahmud Al-Marwazi berkata, Ibrahim bin 'Abdullah menceritakan kepada 'Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami dari Ayyub dari Nafi' dari Ibnu ’Umar ra. dari Rasulullah saw. dimana baginda Nabi bersabda yang artinya :


"Setiap minuman yang berakibat memabukkan ialah khamar, dan setiap yang mabuk pasti haram. Barangsiapa yang di dunia meminum khamar kemudian dia mati sedangkan dia berkekekalan dengan meminumnya dan tidak sempat bertaubat maka dia tidak mendapatkan minumannya nanti di akhirat".


Al-Fakih memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan hadits tersebut adalah setiap minuman berakibat mabuk adalah haram baik itu dimasak atau tidak, dan setiap yang memabukkan itu haram, maka termasuklah yang selain minuman keras sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin 'Abdullah dari Rasulullah saw. bahwa baginda bersabda yang artinya : "Semua jenis minuman yang jika diminum banyak memabukkan, maka sedikit juga haram”. 


Dalam riwayat yang lain : ”Minuman yang mabuk bila diminum satu faraq, maka setetespun haram”. Menurut pengetahuan orang banyak, satu faraq adalah 16 kati.


Al-Faqih berkata : "peminum minuman yang telah dimasak itu lebih besar dosanya daripada peminum minuman keras yang tidak dimasak, karena peminum minuman keras yang tidak dimasak itu memang melakukan maksiat dan fasik, tetapi peminum minuman keras yang dimasak itu dikhawatirkan menjadi kafir. 


Peminum minuman mentah itu menyadari bahwa dia minum minuman yang diharamkan sedangkan orang yang minum minuman yang telah dimasak bisa jadi dia menganggap bahwa minuman itu telah menjadi halal. 


Seluruh ummat Islam sepakat tentang minuman keras itu haram baik sedikit maupun banyak. Apabila seseorang menganggap halal yang sudah disepakati keharamannya maka ia menjadi orang kafir”.


Al-Faqih berkata : "Muhammad bin Al-Fadlil menceritakan kepada kami , ' Muhammad bin Ja'far menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Yusuf menceritakan kepada kami, Katsir bin Hisyam menceritalcan kepada kami dari Ja'far bin Barqan dari Az-Zuhri dari 'Utsman bin 'Affan r.a. bahwasa : sewaktu dia berdiri memberikan khutbah, dia mengatakan : 


"Wahai seluruh manusia, jauhi minuman keras karena sesungguhnya minuman keras itu adalah induk dari segala perbuatan keji". 


Dulu ada seorang yang ahli ibadah yang biasa pergi ke masjid. Di tengah jalan dia bertemu dengan wanita pelacur dan wanita itu menyuruh pelayannya untuk mengajak orang yang ahli ibadah ini untuk masuk ke rumahnya. Setelah dia masuk, maka wanita itu menutup pintu, dan disitu terdapat segelas minuman keras dan seorang anak kecil. Wanita itu berkata :


"Kamu tidak boleh keluar sebelum kamu meminum minuman keras atau mensetubuhi aku atau membunuh anak kecil ini. Jika kamu menolak maka aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan aku akan mengatakan bahwa ada orang jahat masuk ke rumahku, maka tak akan ada seorang pun yang percaya kepadamu". 


Mendengar ucapan wanita itu, orang itu merasa sangat lemas dan akhirnya berkata : "Aku tidak mau bersetubuh dan aku juga tidak mau membunuh anak", kemudian dia minum minuman keras itu, dan berkatalah kepada wanita itu : "Berikan lagi aku tambahan minuman keras". 


Wanita itu pun memberinya lagi, sampai dia benar-benar mabuk lalu mensetubuhi wanita itu serta membunuh anak kecil tadi". 'Utsman r.a. lalu berkata :


"Maka tinggalkanlah minuman keras karena sesungguhnya dia adalah induk dari segala perbuatan keji. Demi Allah, sungguh iman dan minuman keras itu tidak akan berdiam dalam hati seseorang melainkan salah satu di antara keduanya itu akan mendesak untuk menghilangkan yang lain". 


Maksudnya peminum minuman keras itu bila sudah mabuk maka mulutnya akan mengucapkan kata-kata kufur, lalu mulutnya akan terbiasa dengannya dan dikhawatirkan sewaktu meninggalnya akan keluar kata-kata kufur itu dari mulutnya kemudian dia mati dalam keadaan kufur maka ia akan kekal abadi di dalam neraka. 


Karena kebanyakan iman itu keluar dari hati seseorang ketika menghadapi sakhratul maut disebabkan karena dosa-dosa yang biasa dia lakukan semasa hidupnya, dan akibatnya dia akan berada dalam kerugian dan penyesalan yang abadi.


Adl-Dlahhak berkata : "Barangsiapa yang meninggal dunia sedangkan dia terus-menerus minum minuman keras (belum bertaubat) maka nanti pada hari Kiamat akan bangkit dalam keadaan mabuk".


Sa'id meriwayatkan dari Qatadah dimana dia berkata : "Diberitahukan kepada kami bahwasanya Nabi saw. Bersabda yang artinya : "Ada empat golongan manusia yang tidak akan mendapatkan bau surga padahal baunya itu bisa didapatkan dari jarak (perjalanan) 500 tahun, yaitu : orang yang kikir, orang yang suka mengungkit pemberiannya, orang yang selalu minum minuman keras dan orang yang durhaka kepada dua orang tuanya".


Ibnu Mas'ud r.a. berkata : "Dalam masalah minuman keras ada sepuluh pihak yang mendapatkan kutukan, yaitu : orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang meminumnya, orang yang memberikan minuman, orang yang membawanya, orang yang dibawakannya, orang yang berdagang minuman, orang yang menyediakan tempat untuk berdagang, orang yang menjualnya, orang yang membelinya dan orang yang menananmya".


Diriwayatkan dalam salah satu hadits dari Rasulullah saw. Bahwasanya beliau bersabda yang artinya:


"Kelak pada hari kiamat, peminum minuman keras akan keluar dari kuburnya dengan bau busuk yang lebih busuk dari pada bau bangkai dengan digantungi gayung dilehernya, gelas di tangannya, diantara kulit dan dagingnya penuh dengan ular dan kalajengking. Dia memakai sandal dari api maka otak kepalanya mendidih, dan dia mendapatkan kuburnya merupakan salah satu dari jurang-jurang neraka, dan di dalam neraka ia merupakan teman Fir'aun dan Haman". 


Aisyah r.a. meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwasanya beliau bersabda yang artinya : "Barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang minum minuman keras meskipun hanya sesuap maka Allah akan memenuhi badannya dengan ular dan kalajengking. Barangsiapa yang memenuhi kebutuhannya maka berarti ia telah membantunya dalam merobohkan Islam. Barangsiapa yang meminjaminya maka berarti ia telah membantu membunuh orang yang beriman. 


Siapa saja yang bergabung dengannya maka pada hari kiamat Allah akan membangkitkannya dalam keadaan buta, tidak ada kesempatan untuk beralasan baginya. Barangsiapa yang minum minuman keras maka janganlah kamu menikahkannya; bila dia sakit janganlah kamu menjenguknya; dan bila dia bersaksi maka janganlah kamu terima persaksiannya. 


Demi Dzat yang mengutus aku dengan benar menjadi Nabi, tidak ada yang meminum minuman keras melainkan ia dikutuk di dalam kitab Taurat. Injil, Zabur dan Al-Qur'an. 


Siapapun yang minum minuman keras maka ia telah menjadi kafir sesuai dengan semua apa yang telah Allah turunkan kepada nabi-nabi-Nya. Tidak ada yang menganggap minuman keras itu halal kecuali orang kafir, dan siapa saja yang menganggap minuman keras itu halal maka aku lepas tangan darinya baik di dunia maupun diakhirat".


Dari 'Atha‘ bin Yasar bahwasanya ada seseorang bertanya kepada Ka’bul Ahbar r.a. : "Apakah minuman keras itu diharamkan di dalam kitab Taurat ?". la menjawab : "Ya, ayat Innamal khamru walmaisiru itu tertulis di dalam kitab Taurat. Sesungguhnya Kami menurunkan kebenaran untuk menghilangkan kebathilan". 


Di dalam Taurat disebutkan bahwa permainan (dalam pengertian yang luas), main rebana dan seruling dianggap perbuatan bathil, dan sungguh celaka orang yang meminum minuman keras. 


Saya bersumpah kepada Allah ta'ala dengan kemuliaan dan keagungannya, bagi orang yang minum minuman keras di dunia, nanti di akhirat tentu merasa haus pada hari kiamat, dan bagi orang yang tidak minum minuman keras nanti akan mendapatkan minuman dari Allah di surga.


Al-Faqih mengatakan bahwa kita wajib menjauhi minuman keras karena minum minuman keras itu mengandumg sepuluh perilaku yang tercela yaitu: 


l. Peminum minuman keras itu seperti orang gila. menjadi tertawaan anak-anak kecil dan cemoohan orang-orang berakal sehat. sebagaimana diceritakan dari Ibnu Abid Dunya bahwasanya la betkata : "Aku melihat orang yang mabuk di jalan Baghdad dimana dia kencing dan mengusapkan air kencingnya itu ke muka seraya mengucapkan : 


"Wahai Allah masukkanlah saya ke dalam kelompok orang-orang yang bertaubat dan masukkanlah saya ke dalam kelompok orang-orang yang mensucikan diri“. Dan diceritakan pula bahwa ada orang yang mabuk di tengah jalan lantas ada anjing datang menjilat-jilat mulut dan janggutnya lalu ia berkata kepada anjing : "wahai tuanku. wahai tuanku janganlah engkau mengotori sapu tanganku".


2. Minuman ketas itu memboroskan harta dan menghilangkan akal, sebagaimana dikatakan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab: "Wahai Rasulullah. beritahukanlah kepada kami bagaimana pendapatmu mengenai minuman keras". Beliau betsabda : "Sesungguhnya minuman keras itu memboroskan harta dan menghilangkan akal".


3. Meminum minuman keras itu menyebabkan permusuhan di antara kawan dan kerabat, sebagaimana firman Allah ta'ala yang artinya : ”Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran meminum minuman keras dan berjudi”.


4. Orang yang meminum minuman keras akan berpaling dari mengingat ingat Allah dan dari shalat, sebagaimana firman Allah ta'ala yang artinya : "Dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan dari shalat; maka kenapa kamu tidak mau menghentikan ?.


5. Meminum minuman keras itu bisa menyebabkan perbuatan zina, karena ketika ia meminum bisa jadi ia menceraikan isterinya padahal ia tidak sadar.


6. Minuman keras itu kunci dari segala kejahatan karena bila seseorang meminumnya maka akan mudah baginya untuk melakukan segala macam perbuatan maksiat.


7. Orang yang meminum minuman keras itu mengganggu malaikat yang menjaga dirinya karena membawa mereka ke keadaan yang tidak baik dan adanya bau busuk, padahal tidak pantas bila seseorang itu mengganggu pihak lain yang tidak mengganggu dirinya.


8. Meminum minuman keras itu menyébabkan orang yang meminumnya harus didera 80kali. Bila ia tidak didera didunia maka ia akan didera di akhirat dengan cambuk dari api di hadapan khalayak ramai dengan disaksikan oleh orang tua dan sanak kerabatnya.


9. Orang yang meminum minuman keras itu menutup pintu langit atas dirinya sendiri karena amal-amal kebaikan dan doa-doanya tidak diangkat selama 40 hari. 


10. Minuman keras itu membahayakan orang yang meminumnya karena dikhawatirkan ia bisa menghilangkan iman menjelang saat kematiannya.


Itu semua termasuk siksaan dunia sebelum ia sampai kepada siksaan akhirat. Sedangkan siksaan akhirat itu maka tidak bisa dihitung pedihnya di antaranya minum air yang sangat panas dan zaqqum serta hilangnya pahala amalnya. Oleh karena itu tidak pantas bagi orang yang berakal sehat untuk memilih kelezatan yang sekejap dengan meninggalkan kelezatan yang abadi.


Diriwayatkan dari Muqatil bin Sulaiman r.a. di dalam menafsirkan aya yang artinya : ”(Ingatlah). hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga"),


Muqatil mengatakan bahwa ahli surga itu dikumpulkan dan ketika berada di pintu surga, mereka mendapatkan suatu pohon yang di bawahnya bersumber dua mata air, dimana mereka meminum dari salah satu dari dua sumber itu sehingga tidak sedikit pun kotoran tersisa di dalam perut mereka, kemudian mereka mendatangi sumber yang lain dimana mereka mandi di sumber itu sehingga tidak sedikit pun kotoran tersisa dari badannya. Jadi segala kotoran yang berada di dalam perut dan badan bersih semuanya, dan itulah yang dimaksudkan dengan firman Allah ta'ala yang artnya : 


”Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu, maka masukilah surga ini. sedang kamu kekal di dalamnya”).


Kemudian mereka disediakan kenderaan unta yang dubuat mutiara yang merah yang kedua kakinya dibuat dari emas yang bertatahkan permata, dan tali kendalinya dibuat dari mutiara, dan setiap orang yang di antara mereka menndapatkan sepasang perhiasan, yang seandainya perhiasan itu diperlihatkan kepada penduduk dunia niscaya seisi dunia akan gemerlapan. 


Dan setiap orang di antara ahli surga itu disambut dengan para malaikat yang akan menunjukkan tempat tinggalnya di dalam surga. ‘Apabila ia telah masuk ke dalam surga maka ia akan melihat istana yang terbuat dari petak beratapkan emas. 


Bila sampai di sana ia akan disambut oleh pelayan-pelayan yang cantik bagaikan mutiara bertebaran yang lengkap dengan segala macam perhiasan. Ia juga akan mendapatkan bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas dari emas. Para malaikat mengucapkan "selamat kepadanya dan ia pun akan menjawab ucapan para malaikat itu. Kemudian ia masuk, dan ketika ia melihat rumah-rumah dan kemuliaan yang disediakan untuknya, lalu ia masuk ke dalamnya. 


Malaikat bertanya kepadanya : "Apa yang kamu inginkan ?" Ia menjawab : "Aku ingin masuk untuk menikmati kemuliaan yang Allah sediakan"; namun malaikat berkata : "Berjalanlah, maka kamu akan mendapatkan apa yang lebih utama daripada ini". Ketika ia berjalan, ia melihat istana yang dibuat dari emas yang beratapkan mutiara. 


Ketika ia mendekat istana itu, ia disambut oleh pelayan-pelayan yang cantik bagaikan mutiara yang bertebaran. Di situ ia akan mendapatkan bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas dari emas. Mereka lalu mengucapkan "selamat" kepadanya, ia pun menjawab ucapan mereka.


Ia ingin masuk ke dalamnya, namun malaikat berkata : "Berjalanlah, maka kamu akan mendapatkan apa yang lebih utama daripada ini". Kelika ia berjalan, ia melihat istana yang dibuat dari mutiara merah yang dalamnya kelihatan dari luar karena jernihnya. Ketika ia mendekatinya; para pelayan-pelayan yang cantik menyambutnya sebagaimana pada dua istana terdahulu dimana mereka juga mengucapkan "selamat" kepadanya, ia pun menjawab ucapan mereka. 


Ketika ia masuk ke dalam istana, ia disambut oleh bidadari yang cantik jelita yang memakai 70 macam perhiasan yang berbeda-beda, yang bau harumnya tercium dari jarak perjalanan seratus tahun. Apabila ia melihat bidadari itu, ia bisa melihat dirinya pada muka bidadari itu karena jernihnya. Apabila ia melihat dada bidadari itu, ia bisa melihat apa yang berada di balik baju karena tipisnya baju, dan bahkan bisa melihat urat-urat betisnya karena tipisnya kulit. 


Bidadari itu berada di dalam suatu rumah yang luasnya satu farsakh (sekitar 8 km) persegi yang mempunyai 4. 000 buah daun pintu dari emas yang berlantai permadani dan emas yang bertaburan mutiara yang memenuhi semua ruangan rumah. Di dalam rumah itu terdapat satu tempat tidur yang dihampari permadani yang lebarnya sekitar 70 kali lebar kamar di dunia. 


Apabila ia duduk di atas tempat tidur itu dan menginginkan buah-buahan maka buah-buahan itu mendekat sehingga mudah baginya untuk memetiknya, atau kalau tidak, tempat tidurnya itu berjalan sehingga memudahkan baginya untuk memetik buah-buahan itu. Ini semua disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa yang menjauhkan diri dari minuman keras dan perbuatan-perbuatan keji.


Sedangkan mengenai penghuni neraka, maka sewaktu mereka digiring dan dekat dengan neraka, maka pintu-pintu neraka itu dibuka dan disambut oleh para malaikat yang membawa cambuk dan palu dari besi.


Apabila mereka masuk ke dalam neraka maka tidak ada satu anggota badanpun yang tidak disiksa. apakah itu digigit ular yang berbisa, atau dibakar oleh api yang menyala-nyala, atau dipukul oleh malaikat. Apabila ia dipukul oleh malaikat, maka ia terjungkal di dalam neraka sejauh perjalanan 40 tahun dan itu pun belum sampai ke dasar neraka. 


Kemudian ia terangkat lagi oleh gelegar api neraka lantas dipukul lagi oleh malaikat dan terjungkal lagi. Apabila kepalanya muncul maka segera ia mendapat pukulan yang lain. Demikianlah apa yang dimaksud oleh firman Allah yang artinya: 


"Setiap kali kulit mereka hangus. Kami ganti dengan kulit yang lain. supaya merasakan siksaan. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". 


Diceritakan bahwa pergantian kulit itu sampai 70 kali setiap hari. Apabila penghuni neraka merasa haus dimana mereka minta minum maka diberi air panas yang mendidih yang bila air itu didekatkan ke mukanya maka daging mukanya akan berjatuhan, dan apabila masuk ke mulut maka gigi-giginya akan berjatuhan, dan apabila masuk ke dalam perutnya maka ususnya akan terputus-putus dan kulit perutnya menjadi matang. Hal ini berdasarkan panda ayat yang berbunyi: 


"Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi".


Mereka disiksa demikian berat dan pedihnya. Mereka lalu memanggil-manggil malaikat penjaga neraka agar memohonkan keringanan kepada Allah meskipun hanya satu hari saja, namun para malaikat tidak ada yang menjawab permintaan mereka itu. Kemudian mereka meminta kepada Malaikat Malik selama 40 tahun namun Malaikat Malik pun tidak menghiraukan sama sekali. Mereka lalu berkata :


"Kita telah meminta para malaikat penjaga dan Malaikat Malik untuk memohonkan keringanan Namun kita tidak mendapatkan jawaban, maka marilah kita kini mengeluh kepada Allah". Mereka lalu mengeluh, namun tidak membawa hasil apa-apa, maka mereka lantas berkata : 


"Lebih baik kita bersabar saja", maka mereka pun bersabar, namun kesabaran mereka pun tidak membawa hasil apa-apa. Mereka lalu berkata : "Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh, ataukah bersabar.


Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". Demikian itulah siksaan bagi orang-orang kafir, namun seorang muslim bila ia meminum minuman keras dan dari mulutnya meluncur kata-kata kufur maka dikhawatirkan imannya bisa hilang sewaktu menghadapi saat-saat kematian sehingga ia tergolong orang-orang kafir. 


Oleh karena itu sudah seharusnya setiap muslim menjauhkan diri dari meminum minuman keras dan menjauhkan diri dari orang-orang yang meminumnya, karena bila seseorang suka bergaul dengan orang yang meminum minuman keras maka dikhawatirkan ia akan terkena polusi. Setiap muslim harus memikirkan tentang kengerian hari kiamat karena setiap orang yang memikirkan kengerian hari kiamat niscaya hatinya tidak akan pernah cenderung untuk meminum minuman keras dan untuk bergaul dengan orang yang meminum minuman keras.


Diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri bahwasanya dia berkata : "Kami memperoleh informasi bahwa apabila seseorang ; sekali meminum minuman keras maka hatinya menjadi hitam,  apabila ia dua kali meminumnya maka para malaikat penjaga berlepas diri daripadanya, apabila ia tiga kali meminumnya maka malakat maut berlepas diri daripadanya, apabila ia empat kali meminumnya maka Nabi saw. berlepas diri daripadanya.


Apabila ia lima kali meminumnya maka shahabat-shahabat Nabi saw. Berlepas diri daripadanya, apabila ia enam kali meminumnya maka Malaikat Jibril as. berlepas diri daripadanya, apabila ia tujuh kali meminumnya maka Malaikat Israfil a.s. berlepas diri daripadanya, apabila ia delapan kali meminumnya maka Malaikat Mikail berlepas diri daripadanya, apabila ia sembilan kali meminumnya maka semua langit berlepas diri daripadanya.


Apabila ia sepuluh kali meminumnya maka bumi berlepas diri daripadanya, apabila ia sebelas kali meminumnya maka ikan-ikan yang ada di lautan berlepas diri daripadanya, apabila ia dua bolas kali meminumnya maka matahari dan bulan berlepas diri daripadanya. apabila ia tiga belas kali meminumnya maka bintang-bintang di langit berlepas diri daripadanya, apabila ia meminumnya empat belas kali maka semua makhluk berlepas diri daripadanya. apabila ia lima belas kali meminumnya maka pintu-pintu sorga ditutup baginya, 


Apabila ia enam belas kali meminumnya maka pintu-pintu neraka dibuka untuknya, apabila ia tujuh belas kali meminunmya maka malaikat pembawa ‘arasy berlepas diri daripadanya, apabila ia delapan belas kali meminumnya maka Kursi berlepas diri daripadanya, apabila ia Sembilan belas kali meminumnya maka 'arasy berlepas diri daripadanya, dan apabila ia dua puluh kali meminumnya maka Allah berlepas diri dantipadanya".


Al-Faqih berkata : Manshur bin. Ja'far, dia adalah Abd Nashruddin Ad-Dabusi di Samarkand, menceritakan kepada kami, Abul Qasim Ahmad bin Muhammad menceritakan kepada kami. 'Ali bin 'Ashim menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin ‘Utsman dari Syahr bin IHausyab dari Asma' bind Yazid r.a. bahwasanya ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:


"Barangsiapa yang meminum minuman kéras sehingga masuk ke dalam perutnya maka tidak diterima shalatnya selama tujuh hari. Apabila minuman keras itu sampai menghilangkan akalnya (mabuk) maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari’. Apabila ia mati, maka ia mati dalam keadaau kafir. Apabila ia bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya, dan bila ia mengulanginya lagi maka itu adalah hak Allah untuk (nanti) memberinya minum dari darah campur nanah".


Dalam riwayat lain disebutkan sebagai berikut yang artinya : "Bahwasanya seseorang itu apabila meminum minuman keras satu kali maka tidak diterima shalat, puasa dan amal-amal baik lainnya selama 40 hari. Apabila ia meminumnya dua kali maka Allah tidak akan menerima shalat, puasa dan amal-amal baik lainnya selama 80 hari. Apabila ia meminumnya tiga kali maka amal baiknya tidak akan diterima sampai 120 hari. Apabila ia meminumnya empat kali bunuhlah karena dia adalah orang kafir dan merupakan hak bagi Allah untuk memberinya minum dari darah campur nanah". 


Dalam riwayat lain disebutkan yang artinya : "Sesunggulmya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu semuanya berada dalam satu rumah, dan kuncinya adalah meminum minuman keras”. Maksudnya apabila minuman keras itu diminum maka "terbukalah bagi dirinya semua pintu dosa dan kesalahan.


Diriwayatkan dari salah seorang shahabat r.a. bahwasanya ia berkata : "Barangsiapa yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang yang ‘ suka meminum minuman keras maka seolah-olah ia mendorongnya kepada 'zina". Maksudnya yaitu bahwa orang yang meminum minuman keras, sewaktu ia mabuk, maka akan sering mengucapkan kata-kata talak (perceraian) sehingga menyebabkan isterinya itu menjadi haram (karena tertalak) sedangkan ia tidak menyadarinya.


Ada yang berpendapat bahwa orang yang meminum minuman keras itu serupa dengan orang yang menyembah berhala, karena Allah menyebut minuman keras itu sebagai rijsun (perbuatan keji) dan Dia memerintahkan kita untuk menjauhinya. Firman Allah :


”Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) minuman keras, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu. ayat yang lain, Allah berfirman : "Maka jauhilah perbuatan keji yang berupa (menyembah) berhala-berhala”.


Thalhah bin Mathraf meriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud r.a. bahwasanya ia berkata : "Sesungguhnya orang yang meminum minuman keras pada waktu siang maka ia syirik kepada Alah ta'ala sampai waktu sore dan ia meminumnya pada waktu sore ia syirik kepada Allah sampai waktu siang". 


Dan juga diriwayatkan dan‘ 'Abdullah bin Mas'ud r.a. bahwasanya ia berkata ; "Apabila orang yang meminum minuman keras itu meninggal maka kuburlah ia dan tinggalkanlah sejenak kemudian galilah kembali kubumya itu. Jika kamu tidak mendapatkan ia berpaling dari arah kiblat, maka bunuhlah aku".


Diriwayatkan dari Anas bin Malik’ r.a. dari Rasulullah saw. Bahwa beliau bersabda yang artinya : "Allah ta’ala mengutus aku sebagai petunjuk dan rahmat bagi alam semesta, dan Dia mengutus aku unmk menghapus segala permainan dan seruling, kebiasaan jahiliyyah, dan berhala-berhala. Tuhanku bersumpah dengan kemuliaan-Nya, seseorang dari hamba-Ku tidak meminum minuman keras di dunia melainkan Aku mengharamkan minuman keras itu untuknya nanti pada hari kiamat, dan tidaklah seseorang dari hamba-Ku meninggalkan (tidak meminum) minuman keras melainkan Aku akan memberinya ia miniun dari hadiiratil qudsi". 


Aus bin Sam'an berkata : "Demi Zat yang mengutus engkau dengan kebenaran, sungguh saya menemukan minuman keras itu diharamkan 25 kali di dalam kitab Taurat. Celaka bagi orang yang meminum minuman keras dan hak bagi Allah untuk memberi minuman dari darah campur nanah kepada hamba-Nya yang di dunia ini meminum minuman keras".


Malik meriwayatkan dan Muhammad bin A1-Munkadir bahwasanya ia berkata ; "Nanti pada hari kiamat Allah bertanya : "Manakah orang-orang yang sewaktu di dunia mensucikan dirinya dan pendengaran mereka dari permainan dan seruling syetan, tempatkanlah mereka di taman-taman kasturi", kemudian Dia berfirman kepada malaikat : "Perdengarkanlah kepada mereka suara pujian dan pujaan-Ku, dan beritahukanlah kepada mereka tidak perlu takut dan bersedih hati".


Diriwayatkan dari Abu Wa'il dari Syaqiq bin Salamah bahwasanya ia diundang ke suatu pesta kemudian di situ ia melihat orang-orang yang melakukan permainan, kemudian ia langsung pulang, lalu berkata : "Saya mendengar Ibnu Mas'ud berkata : "Sesunguhnya nyanyian itu menumbuhkan rasa nifak sebagaimana air dapat menumbuhkan biji-bijian".


'Atha' bin As-Sa'ib medwayatkan dari 'Abdur Rahman As-Salami dimana ia berkata : "Sekelompok orang dari penduduk Syam meminum minuman keras, dan di saat itu Mu'awiyah bin Abu Sufyan berada di sana. Mereka berkata : "Minuman keras ini halal bagi kita karena Allah ta'ala berfirman : (yang artinya : "Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu”. 


Kemudian Mu'awiyah mengirim surat kepada 'Umar r.a. memberitahukan hal itu, lalu 'Umar menjawab bahwa mereka hendaknya dibawa ke hadapan 'Umar sebelum mereka merusak orang lain. Ketika mereka sampai di hadapan 'Umar r.a., 'Umar lalu mengumpulkan shahabat-shahabat Rasulullah saw. lantas memusyawarahkan masalah itu. 


Mereka berkata : "Wahai Amirul mukminin, sesungguhnya mereka telah menyalahgunakan ayat-ayat Allah dan mereka membuat hukum yang tidak diizinkan oleh Allah, maka penggallah leher mereka".


Saat itu ‘Ali diam di dalam menghadapi masalah itu, lalu 'Umar bertanya kepadanya ; "Bagaimana pendapatmu ?". ‘Ali berkata: "Saya berpendapat bahwa sebaiknya engkau berusaha agar mereka mau bertaubat. Jika mereka tidak mau bertaubat, maka penggallah leher mereka, namun jika mereka mau bertaubat, maka deralah mereka dengan 80 pukulan"'. 


Kemudian Umar meminta agar mereka bertaubat, dan mereka pun mau bertaubat, 'Umar mendera mereka dengan 80 pukulan. 


'lkrimah meriwayatkan dan’ Ibnu ‘Abbas r.a. bahwasanya ia berkata : Ketika ayat yang mengharamkan minuman keras itu turun, mereka berkata ; "Bagaimana dengan saudara-saudara kami yang telah mati sedangkan mereka dahulu suka meminum minuman keras". 


Kemudian turunlah di atas, yang artinya : ”Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu”. Maksudnya tidak ada dosa bagi orang-orang yang meminum-minuman keras sebelum adanya ayat yang méngharamkan.


Wallahu a'lam.  Baca Juga :
 Kekuatan Rohani Memiliki Pengaruh Paling Besar
Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: