Advertisement

Advertisement

Kisah Nabi Harun AS

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net | Kisah Nabi Harun AS - yaitu mengisahkannya tanpa bisa lepas dari kisah Nabi Musa. Karena Ia adalah juru bicara Nabi musa ketika mengnadapi Fir’aun ataupun ummat Nabi Musa sendiri.

Kisahnya dimulai ketika Nabi Musa berhasil membawa ummatnya keluar dari Mesir dan terlepas dari bencana Fir’aun yang ingin membunuh mereka.

Kini tibalah saatnya bagi Musa untuk rnenerima wahyu dari Allah. Ia memerintahkan Nabi Harun untuk melindungi umatnya dari kekufuran, lalu Nabi Musa naik ke gunung Thursina untuk berpuasa selama empat puluh hari penuh.

Di atas gunung Nabi Musa kemudian bermohon kepada Allah : “Ya Tuhan, bisakah aku menatap Engkau ?”. Allah berfirman : “Engkau tidak mampu menatap-Ku, tetapi cobalah memandang ke bukit itu, jlka ia tetap tegak di tempatnya maka kau akan dapat menatap-Ku.”

Lalu Nabi Musa menoleh ke arah yang dimaksud dan seketika gunung itu hancur luluh tanpa bekas dan seperti ditelan bumi.

Nabi Harun AS

Nabi Musa gemetar seluruh tubuhnya dan jatuh pingsan. Setelah sadar ia bertasbih dan bertahmid serta memohon ampun atas kelancangannya itu : “Maha Besar Engkau wahai Tuhan, ampunilah aku dan terimalah taubatku dan akulah orang pertama yang beriman kepada-Mu."

Selanjutnya Allah menurunkan Kitab Taurat yang berupa kepingan-kepingan batu yang tertulis pedoman hidup dan penuntun beribadah kepada Allah SWT.

PATUNG ANAK SAPI

Saat Musa turun dari bukit Thursina ia terkejut melihat kaumnya telah tersesat. Mereka berpesta pora dan menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas.

Musa menegur  Harun  saudaranya yang telah dititipi untuk menjaga ummatnya. Nabi Harun membela diri dan berkata bahwa ia sudah mengingatkan mereka, tapi mereka Inkar menatapnya sebelah mata dan menganggapnya lemah.

Selidiki dan selidiki ternyata Samiri lah yang mengajak mereka membuat patung anak sapi dan menyembahnya. Nabi Musa murka dan Samiri diusir, tidak boleh bergaul. Samiri medapat kutukan, jika tersentuh samiri badannya akan menjadi demam panas, itulah siksa di dunia, adapun di akhirat pasti masuk ke dalam neraka.

Nabi Musa memerintahkan kaumnya yang telah tersesat menyembah patung anak sapi supaya bertaubat kepada Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya.

70 orang diantara kaumnya yang diajak ke bukit Thursina adalah orang-orang terbaik yang di ajak Nabi Musa untuk memohonkan ampunan kepada kaumnya yang berdosa. 

Setibanya disana datanglah awan tebal menyelimuti seluruh bukit. Nabi Musa dan kaumnya masuk ke dalam awan itu dan mereka segera bersujud. Saat sedang bersujud mereka mendengar percakapan Nabi Musa dengan Tuhannya. Lalu timbullah keinginan di benak mereka untuk melihat Allah.

Selesai Musa berkomunikasi dengan Allah, mereka berkata kepada Nabi Musa : “Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami dapat melihat Allah dengan terang.”.  Kontan Muda menjawab tidak dan atas kelancangan mereka itu Allah mengirim halilintar yang menyambar dan merenggut nyawa mereka sekaligus.

Musa bersedih dengan nasib kelompok tujuh puluh itu karena merupakan orang-orang terbaik yang dikumpulkan dari kaumnya. Ia memohon kepada Allah agar mereka diampuni dan dihidupkan kembali.

Do'a Muda dikabulkan.  70 orang yang sudah mati itu dihidupkan lagi. Nabi Musa kemudian menyuruh orang-orang itu bersumpah untuk berpegang teguh dengan kitab Taurat sebagai pedoman hidup. Melaksanakan perintah dan rnenjauhi larangan-Nya.

Baca juga : Kisah Nabi Hud AS
Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: