Advertisement

Advertisement

Hijrah Menuju Kebaikan

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net | Hijrah Menuju Kebaikan  merupakan anjuran yang wajib kita laksanakan selaku seorang muslim demi menjauhkan diri dari kejahatan dan berusaha untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Sang Pencipta.

Apakah sebenarnya makna hijrah itu ?. Apakah berpindah ?. Apakah beralih ?. Atau apakah berubah atau melakukan perubahan ?. Bila kita mengamati judul artikel ini seolah-olah bahwa hijrah adalah memperbaiki diri dari kejahatan kepada kebaikan.

Lalu apakah yang kini menimpa umat muslim Rohingya bisa kita sebut mereka berhijrah ?. Tunggu dulu, jangan dulu disimpulkan. Biarkan warga Muslim Rohingya sendiri yang akan menjawab pertanyaan ini.

Dahulu ketika Rasulullah saw. merasa keselamatan umatnya terancam di kota Mekah maka beliau menganjurkan kaum muslimin berhijrah ke Madinah. 

Menurut pakar leksiko grafi Al-Qur'an, Raqib al-Isfahani, istilah hijrah dalam Islam mengacu pada pengertian meninggalkan suatu negeri yang tidak aman menuju negeri lain yang lebih aman demi keselamatan menjalankan agama.

Kalau keadaan di negeri kita seperti saat ini, apakah kita perlu hijrah ?. Berdasarkan kondisi keamanan, kenyamanan dan kedamaian hidup dan keleluasaan kita beribadah kepada Allah SWT rasanya belum membutuhkan untuk hijrah

Menuju Kebaikan

Tetapi kalau kita tinjau dari sudut pelaksanaan hukum yang bukan berlandaskan Islam, nah ! inilah perlunya keputusan dari Majelis Ulama kita.

Semua memungkinkan memang karena Allah sendiri memerintahkan kita untuk berhijrah seperti tercantum dalam surah an-Nisaa’ ayat 97, "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?"

Hijrah tidak melulu fisik, untuk memudahkan beribadah kita juga perlu hijrah hati nurani, hijrah secara spiritual dari keadaan yang tidak baik menuju ke keadaan yang lebih baik atau yang kita sebut hijrah menuju kebaikan

Karena Allah juga berfirman dalam surah al-Ankabuut ayat 26, "dan berkatalah Ibrahim, 'Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku. . .. ".

Akhirnya kita sampai pada kesimpulannya bahwa hijrah menuju kebaikan itu adalah meninggalkan segala kebiasaan buruk dan melaksanakan segala kebaikan.  Berbuat yang ma'ruf dan menjauhi yang munkar.

Yakinkah anda untuk bersama-sama menuju kebaikan ?.

Baca juga : Kenapa Umar Iri Kepada Abu Bakar
Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: