Advertisement

Advertisement

Orang Tua Harus Menanamkan Ambisi Dan Cita-Cita Pada Jiwa Anak

MARWAHISLAM.netHal ini merupakan salah satu point dari faktor suksesnya anak-anak dalam kehidupannya kelak, walaupun terlalu banyak kesulitan dan rintangan yang harus dia dihadapi.

Penanaman ambisi dan cita-cita terhadap jiwa seorang Anak akan menuju kesuksesan dan ambisi untuk meraih cita-cita harus dianjurkan oleh kedua Orang tua kepada mereka agar kelak mereka akan jadi anak yang mau berbakti dan taat kepada orangtuanya.

Resapilah syair ini, "Aku ingin hidupku ibarat burung rajawali yang bertengger di puncak yang menjulang tinggi, walau ada penyakit dan musuh yang menantiku."

"Saya pastikan terus menatap matahari yang terus menerus menyinari bumi dan aku tidak akan menghiraukan mendung, hujan dan angin rebut."

MENANAMKAN CITA-CITA PADA JIWA ANAK

Dalam syair al-Hurriyyah Abi al-Qasim as-Sya’by, dia berkata, "Andaikata sebuah bangsa di dunia yang ingin maju, maka ia harus berani menghadapi aral yang melintang dengan semua fasilitas yang ada padanya."

"Di setiap ada gelap pasti akan ada terang, dan setiap yang zalim pasti akan musnah ditelan masa."

Pantas mengagumkan upaya kedua orang tua untuk memperoleh cita-cita yang mulia, walaupun banyak kesulitan yang akan dia dihadapi. Disebabkan bercita-cita memiliki anak yang taat dan berbakti harus diwujudkan dalam bentuk usaha dan kemampuan yang maksimal serta bersungguh-sungguh.

Sungguh indah syair Amiir as-Syu'ama Ahmad Syauqi, "Cita-citamu tak akan tercapai hanya dengan menghayalkannya saja akan tetapi kemenangan baru bisa di peroleh dengan menundukkannya."

Jikalau kita sanggup menumbuhkan ambisi dan cita-cita ini pada jiwa-jiwa anak-anak kita maka kita akan menuai hasil yang indah yaitu memiliki anak yang sukses dan selalu berbakti kepada orang tuanya.

Pada posting berikutnya akan kami sajikan artikel point ke empat puluh sembilan tentang "Orang Tua Harus Menjaga Anak Dari Berbagai Penyelewengan".

Baca Juga : Orang Tua Harus Menjaga Anaknya Dari Berbagai Penyelewengan

Orang Tua Tidak Mengejek dan Menghina Anak Ketika Melakukan Kesalahan


MARWAHISLAM.net | Orang Tua Tidak Mengejek dan Menghina Anak Ketika Melakukan Kesalahan - agar tindakan yang perlu dilakukan sesuai adab dan etika sebagai pelajaran bagi anak. Ini Merupakan bagian artikel tentang "Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak" bagian ke empat puluh tujuh dari lima puluh satu point seluruhnya.

Para orang tua terkadang senang sekali mengejek anaknya ketika mereka melakukan suatu kekeliruan yang sederhana saja. Tindakan tersebut dapat menanamkan kebencian anak terhadap kedua orang tuanya dan mendorong mereka untuk berbuat durhaka kepada keduanya.

Allah swt. telah melarang seseorang melakukan penghinaan kepada siapapun walaupun disertai dengan alasan apapun juga.  Allah berfirman ;

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan bisa Iebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan dan jangan pula wanita-wanita mengoIok-olokkan wanita lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olokkan lebin baik dari wanita yang mengolok-olokkannya dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang dhalim." (al-Hujuraat: 11).
ORANG TUA TIDAK MENGOLOK-OLOK DAN MENGHINA ANAK

Menghardik anak-anak ketika mereka melakukan kesalahan akan mengakibatkan jiwanya menjadi kecut dan menumbuhkan perasaan dendam di hatinya yang mendorongnya untuk benci dan melawan kepada orang tuanya dan suka  berbuat jahat.

Mengejek dan mengolok,olok seperti ini malah kerap terjadi di dalam keluarga harmonis dan bahagia yang didalamnya dipenuhi canda tawa serta humoris dikarenakan refleksitas anggota-anggota keluarga yang muncul spontan kata-kata ulok dan sebagainya ini terjangkitilah kepada anak-anak kita.

Insya Allah kita jumpa lagi pada posting berikutnya tentang "Orang Tua Harus Menanamkan Ambisi Serta Cita-Cita Pada Jiwa Anak" sebagai artikel point ke empat puluh delapan.  Wassalam.

Orang Tua Harus Melatih Anak Beramal Untuk Kehidupan Akhirat

MARWAHISLAM.net | Orang Tua Harus Melatih Anak Beramal Untuk Kehidupan Akhirat - dengan menumbuhkan motivasi kedalam jiwanya. Ini Merupakan artikel point ke empat puluh enam dari lima puluh satu point artikel utama yaitu "Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak".

Sebagian orientasi kedua orang tua terhadap anak-anaknya hanyalah tertuju dalam keberhasilan urusan dunia saja (urusan menumpuk harta). Akan tetapi, keduanya tidak mempunyai perhatian tentang pendidikan beramal untuk kehidupan akhirat sehingga berakibat Anak-anaknya terdorong untuk berbuat suatu kesengsaraan.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai sasarannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam kalbunya, akan mengumpulkan sesuatu yang sedikit untuknya dan mendatangkan kekayaan dunia kepadanya dengan dipaksakan. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya, memisahkan sesuatu yang sedikit baginya dan dia tidak akan diberikan bagian dari dunia kecuali sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah." (Hadits shahih, lihat shahih jami’: 6510).

Sungguh bagus Ahmad Syauqi dalam bait-bait syairnya, "Saya tidak melihat penyakit seperti mengumpulkan harta dan seperti orang yang kikir yang menimpanya".

Ibrahim as-Shuly berkata dalam syairnya, "Jiwa manusia akan menangisi dunia dan kamu mengetahui bahwa keselamatan di dunia itu dengan meninggalkan kesenangan yang ada di dunia."

MENDIDIK ANAK BERAMAL UNTUK KEHIDUPAN AKHIRAT

"Seseorang setelah mati tidak akan mempunyai tempat tinggal, kecuali bangunan yang telah di bangunnya sebelum meninggal."

"Apabila sebelum meninggal dia membangunnya dengan kebaikan maka tempat tinggalnya akan baik dan apabila dia membangunnya dengan kejelekan maka orang yang membangunnya akan merugi."

Mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai harta benda dan berusaha untuk menguasai dunia belaka termasuk faktor yang menyebabkan hubungan keluarga menjadi rusak dan menjadikan anak kehilangan pegangan hidup.

Untuk itu kita kita harus berhati-hati dalam menjaga keseimbangan hidup sebagai pengamalan dari artikel di atas.  Sampai jumpa pada posting berikutnya point ke empat puluh tujuh tentang "Orang Tua Tidak Mengolok-olok dan Menghina Anak Ketika Melakukan Kesalahan".

Baca Juga : Orang Tua Tidak Mengolok-olok dan Menghina Anak Ketika Melakukan Kesalahan

Orang Tua Memberi Kesempatan Kepada Anak Memperbaiki Kesalahannya


MARWAHISLAM.net | Orang Tua Memberi Kesempatan Kepada Anak Memperbaiki Kesalahannya - agar muncul rasa percaya diri dan upaya pembenahan diri.  Sebagai artikel point ke empat puluh lima dari lima puluh satu point artikel utamanya tentang "Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak".

Para Orang tuanya menghukumnya dengan keras, memarahi dengan suara keras dan menghardiknya. Sikap ini bisa mengakibatkan anak membangkang, mendurhakai dan melawan terhadap kedua orang tua.

Sementara para orang tua yang dapat dikatakan sukses apabila mampu memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk memperbaiki dirinya dari kelemahannya setelah memberikan nasihat dan memperbaiki kekeliruan yang telah dilakukan dengan cara-cara yang bijaksana.

Jika kita ibaratkan anak itu bagaikan ranting kecil, apabila kita genggam secara lembut maka ranting tersebut akan tetap lunak. Akan tetapi, apabila kita menggenggamnya keras-keras dan kuat maka ranting tersebut pasti akan patah dan pecah.


Seorang anak di sisi orang tua seperti kertas putih polos yang bersih dan akan mampu menampung "tulisan" apapun dari pendidiknya dan lingkungannya terutama kedua orang tuanya. Jika keduanya memberikan contoh teladan dan nasihat-nasihat yang baik, maka dengan sendirinya mereka akan menjadi anak yang baik, taat dan patuh kepada keduanya.

Memberi Kesempatan Kepada Anak Memperbaiki Kesalahannya

Namun mereka akan menjadi anak yang tak menghiraukan dan bahkan menentang perintah orang tua jika petunjuk-petunjuk yang diberikan tidak sesuai prinsip, mental dan jiwa si anak apalagi berseberangan dengan anjuran agama.

Sungguh bagus syair ini, "Sesungguhnya seorang anak kecil akan taat kepada orang yang memberikannya tata krama dan namun didikan yang diberikan kepada anak yang sudah besar tidak akan berpengaruh besar kepadanya."

Muhammad Ibrahim Alhamdu berkata, "Sebaiknya para orang tua harus sangat memperhatikan masalah pendidikan, yaitu memberikan kesempatan terhadap anak-anak untuk merubah pola hidupnya. Jikapun mereka bertindak keliru maka mereka akan berusaha menjadi yang terbaik dan akan menjadikan kesalahan yang telah dilakukan sebagai pegangan untuk memperbaiki dirinya menuju jalan yang baik, karena anak kecil mudah untuk dididik dan dikendalikan." (Lihat at-taqshir tarbiyatil aulaad: 81).

Apabila kedua orang tua memberikan peluang dan kesempatan kepada mereka untuk menyempurnakan akhlaknya sendiri atas kekeliruannya maka akan mendorong mereka untuk berbakti terhadap kedua orang tua dan mereka menjunjung dan memuliakan kedua orang tua di sisinya.

Begitulah gan, para orang tua memberikan peluang dan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki kekeliruannya.  Kita berjumpa kembali nanti dalam posting berikutnya dalam artikel point ke empat puluh enan tentang "Orang Tua Harus Mendidik Anak Beramal Untuk Kehidupan Akhirat". 

Orang Tua Harus Menjauhi Mendoakan Jelek Terhadap Anak

MARWAHISLAM.net | Orang Tua Harus Menghindari Mendoakan Jelek Terhadap Anak - karena kita ketahui bahwa do'a orang tua kepada anaknya dan sebaliknya selalu diterima Allah Ta'ala tanpa hijab. Ini adalah artikel point ke empat puluh empat dari lima puluh satu point artikel utamanya tentang "Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak".

Jika kedua Orang tua terlalu sering mendoakan yang tidak baik untuk anaknya maka tindakan ini dapat menimbulkan keras hatinya dan tidak mau lagi mendengarkan nasehat-nasehatnya. Seringkali para orangtua mendoakan yang tidak sepantasnya untuk anak-anaknya hanya karena persoalan yang sangat kecil.

Nabi Muhammad saw. telah melarang perbuatan tersebut sebab dikhanwatirkan doa tersebut bersamaan dengan waktu yang dikabulkannya do'a oleh Allah swt. Sehingga dapat menyebabkan mereka celaka.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, "Janganlah kamu semua mendoakan yang tidak baik terhadap dirimu, anak-anakmu dan keluargamu. Janganlah pula kamu berdoa bertepatan waktu dimana Allah swt. mengabulkan permintaan hamba, karena Allah swt akan mengabulkan doamu," (HR Muslim dalam zuhud: 74 dan Abu Dawud dalam Sunan-nya bab witir: 27).
MENDOAKAN JELEK TERHADAP ANAK

Karena itu, para orang tua semestinya menghindari diri dari mendoakan yang tidak baik terhadap anak-anaknya karena  akan menjadikan hati mereka menjadi keras dan menyebabkan mereka durhaka kepada kedua orang tuanya.

Di sekeliling kita banyak para orang tua yang tanpa sadar mengatakan sesuatu untuk anaknya pada waktu-waktu mustajabah do'a sehingga perkataannya itu menjadi do'anya untuk anaknya yang dikabulkan Allah Ta'ala. Na'udzubillah.

Pada posting berikutnya kita lanjutkan dengan artikel point ke empat puluh lima tentang "Orang Tua Harus Memberi Kesempatan Kepada Anak Untuk Memperbaiki Kesalahannya". 

Bacu lebih dahulu artikel utamanya yaitu :  Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak

Orang Tua Mendidik Anak Agar Berakhlak Jantan

MARWAHISLAM.net | Orang Tua Mendidik Anak Agar Berakhlak Jantan - kalau tidak maka jangan salahkan mereka ketika sudah besar nanti menjadi anggota LGBT yang meresakan umat Islam di seluruh dunia. Ini juga merupakan point artikel penting ke empat puluh tiga dari lima puluh satu point artikel utamanya yaitu "Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak".

Mendidik anak untuk berakhlak jantan merupakan pendidikan dini yang perlu diterapkan pada mereka, supaya mereka cakap dan mampu menanggung tanggung jawab yang akan dipikulnya. 

Manusia normal yang bisa dikatakan berhasil dalam hidupnya yaitu mereka yang terhindar dari permasalahan kerohanian dan permasalahan internal keluarga sehingga ia dapat menghilangkan sifal-sifat yang mengakibatkan tindakan durhaka terhadap orang tua.

Anak-anak yang normal dan sukses lebih banyak menunjukkan ketaatan dibandingkan anak-anak yang gagal dalam kehidupannya. Yaitu, mereka yang terkena problem dan gojolak, baik dari dalam keluarga atau dari lingkungannya seperti kawan, kerabat dan bahkan Orang yang jauh dari ikatan keluarga.

MENDIDIK ANAK BERAKHLAK JANTAN

Orang yang bisa menyelamatkannya dari permasalahan-permasalahan tersebut diatas adalah hanya kedua Orang tuanya. Sehingga merupakan kewajiban kedua Orang tua untuk menanamkan sifat berakhlak pemberani dalam jiwa mereka seperti sifat jujur, berlaku adil serta menyukai dan senang kepada kebaikan dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pengetahuan, tekun dalam beribadah kepada Allah Ta'ala, dapat dipercaya dan menjauhkan dari sifat-sifat yang jelek seperti berdusta, ingkar janji dan lainsebagainya.

Point ke empat puluh empat tentang "Orang Tua Harus Menjauhi Mendoakan Jelek Terhadap Anak" akan kami sajikan dalam posting berikutnya.

Baca artikel utamanya dulu gan ! Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak

Orang Tua Harus Berani Mendengarkan Pendapat Anak

MARWAHISLAM.netMerupakan perkara yang harus dilakukan oleh kedua orang tua terhadap anaknya untuk memberikan peluang kepada anak-anak untuk mengekspresikan pendapatnya.

Karena dengan demikian, anak-anak akan merasa bahwa keberadaannya diakui oleh kedua orang tuanya dan hal itu bisa menumbuhkan sifat percaya diri di dalam jiwanya sehingga posisi kedua orang tuanya dalam pandangan anak-anak menjadi mulia dan ketaatan terhadap keduanya semakin meningkat.


Berani Mendengarkan Pendapat Anak

Seringkali para orang tua luput dalam memperhatikan masalah ini. Ia tidak mau menghargai pendapat anak-anaknya karena menganggap bahwa ide-ide dari si anak walaupun sudah dewasa tidak memberikan arti apapun dan pendapatnya dianggap pasti salah padahal kenyataannya pendapat tersebut benar dan pantas diberikan apresiasi.



Sikap yang salah dari orang tua seperti ini menimbulkan asumsi bahwa seorang anak masih dipandang remeh (disepelekan) dan tidak mempunyai kepribadian yang sebenarnya, sehingga dengan gampangnya mereka melakukan kedurhakaan terhadap kedua orang tua.



Maka, ketika Allah swt. menurunkan Al-Qur'an, artinya syariat Allah swt. telah datang dan  maka Allah swt. Meletakkan dasar-dasar yang luhur dalam membangun kepribadian seorang muslim menjadi benar dan lurus.  Dasar-dasar yang dimaksudkan merupakan musyawarah dalam pengambilan keputusan, artinya seorang pendidik, pemimpin atau penguasa harus meminta pendapat banyak pihak baru kemudian memilih pendapat yang paling utama dan yang benar.



Allah swt. berfirman, Dan bermusyawarahlah dangan mereka dalam urusan itu.” (Ali lmran: 159). Kemudian berfirman, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya kamu bersikap kasar lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (Ali Imran: 159).



Keluarga yang anti musyawarah seringkali menolak untuk mendengarkan pendapat anak-anaknya atau menyepelekan pendapat-pendapat mereka sehingga menjadi faktor penyebab runtuhnya kepribadian anak dan mendorong mereka mendurhakai orang tua dan maksiat kepadanya.

"
Sungguh bagus syair ini, "Tiada seseorang mempunyai kebaikan di dalam hidupnya apabila keberadaannya tidak dihargai."


Memintakan pendapat anak-anak justru merupakan hal yang harus dilakukan oleh kedua orang tua untuk menggapai kebaikan perilakunya sehingga mempengaruhi sikap mereka akan mendengarkan dan menaati perintah kedua orang tua.



Orang Tua Wajib Melatih Anak Mengerjakan Shalat Sejak Usia Dini

MARWAHISLAM.net | Orang Tua Wajib Melatih Anak Mengerjakan Shalat Sejak Usia Dini - Merupakan artikel point keempatpuluhsatu dari lima puluh satu point artikel utamanya yaitu "Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak".

Pendidikan shalat bagi anak mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membina akhlak, mendorong mereka menjaga kebersihan, hidup teratur dan memotivasi untuk berpikir yang benar sehingga mereka bisa mewujudkan berbakti dan taat kepada kedua orang tua.

Karena itu, Allah swt. memerintahkan orang-orang mukmin untuk mendirikan shalat. Allah swt. berfirrnan, "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakanya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi yang bertakwa." (Thaahaa: 132).

Demikian juga, Allah swt. mewajibkan untuk menjaga shalat pada waktunya, Allah berfirman, "... Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (an-Nisaa’: 103).

Melatih Anak Mengerjakan Shalat Sejak Usia Dini

Diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Perintahkanlah anak-anakmu untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka ketika berumur dua belas tahun dan pisahkan tempat tidur mereka." (HR Abu Dawud, lihat Shahih Jami’: 5868).

Shalat adalah tiang agama, barangsiapa yang mengerjakan shalat berarti dia telah menegakkan agama. Barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti dia telah merobohkan agama dan amal seseorang yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat adalah shalatnya.

Akhlak yang baik disandarkan dengan pelaksanaan shalat yang baik, sebaliknya, akhlak yang jelek disebabkan karena meninggalkan shalat.

Karena itu, melatih anak-anak untuk mengerjakan shalat ketika masih kecil, sangat berdampak positif dalam ketaatan mereka terhadap kedua orang tua di waktu dewasa. Sedangkan membiarkan mereka meninggalkan shalat, berarti berdampak negatif dalam kedurhakaan terhadap kedua orang tua setelah mereka dewasa.

Kita dengan izin Allah akan bertemu dalam posting berikutnya dengan artikel "Orang Tua Harus Mendengarkan Pendapat Anak" sebagai artikel point keempatpuluhdua.

Baca juga artikel utama dari penjelasan di atas ! Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak