Advertisement

Advertisement

Propagandis Komunis Bukanlah Orang-Orang Progresif Yang Ilmiah Dan Objektif

MARWAHISLAM.net | Propagandis Komunis Bukanlah Orang-Orang Progresif Yang Ilmiah Dan Objektif - Ada beberapa semboyan yang sering digembar-gemborkan para propagandis komunis, lalu diulang-ulang oleh pers setelahnya. Kita menggambarkan semboyan-semboyan itu sebagai kenyataan-kenyataan yang dicampur aduk dengan kebohongan-kebohongan.

Kebohongan-kebohongan nyata yang berusaha mengakarkannya melalui pengulangan-pengulangan dan didengungkan secara terus-menerus.

Diantara kebohongan-kebohongan ini adalah bahwa aliran kiri merupakan aliran progresif dan aliran-aliran lain merupakan aliran reaksioner, bahwa agama merupakan candu, komunisme adalah pembebasan, Rusia merupakan benteng kemajuan di dunia, Blok Timur adalah surga para buruh, dan Blok Barat adalah neraka proletar dan neraka kolonialisme.

Beberapa pernyataan ini memperoleh nilai abstraksi sehingga memiliki kekuatan dan pengaruh psikologis. Misalnya kata kiri, kita lihat para pembohong menyatakan bahwa kata ini mengandung makna kebenaran yang tak bisa dibantah. ”Fulan kiri ” menurut mereka adalah orang yang berpegang pada kebenaran.

Tak seorang pun dari mereka yang berusaha memahami makna kata tersebut. Mereka mempercayai seperti hewan dan mengulang-ulangnya karena mengikuti dan menuruti seorang penjahat, seolah-olah masalah kebenaran hanya bersumber darinya.

Propagandis Komunis

Kalau saja ia memaksakan diri untuk berpikir dengan keras dan kalau ia mau sedikit berpikir niscaya penilaiannya banyak berubah. Misalnya, apa yang dimaksud dengan kata kiri di negeri kita. Marilah kita berpikir dengan sangat netral.

Di negeri kita , dinegeri lain, dan dalam kamus asli mereka, kata kiri sebenarnya berarti mencapai keadilan dengan solusi dan sarana pokok, yaitu dengan mencabut modal dan pemilik modal, merampas tanah dari pemiliknya mengambil alih pabrik-pabrik dari pemiliknya dan mengambil sumber-surnber produksi dari tangan-tangan produktif.

Semuanya menjadi milik negara, bukan milik pribadi, sehingga seluruh rakyat menjadi pegawai negeri. Itulah yang kita sebut sebagai kolektivitas dan kepemilikan umum. Secara sederhana, artinya penguasa mengubah rakyat menjadi tawanan atau tegasnya menjadi budak, jatah makan mereka diatur oleh penguasa, rezeki mereka ada di tangannya, dan pada gilirannya kemerdekaan mereka dirampas olehnya.

Dengan demikian semua rakyat menjadi seragam, tanpa ide, tanpa upaya, dan tanpa persaingan. Tidak ada motivasi dan semangat dalam melakukan sesuatu pada diri mereka. 

Tak lama kemudian, institusi umum akhirnya menjadi masyarakat apatis, pemalas, kehilangan semangat, telantar, dan tidak produktif. Keadaannya benar-benar menjadi seperti tanah yang gersang kita saksikan gambarannya di sekitar kita, setiap tempat yang menggunakan sistem kepemilikan umum.

Hasilnya, produksi terpuruk dalam kemacetan dan kemandekan. Gejala-gejalanya terbalik, ketika para filosof kiri menggambarkan metode itu merupakan solusi ekonomi yang menghasilkan kelemahan ekonomi.

Kita tidak menemukan manfaat mujarab selain kita kembali pada katerbukaan, mengembalikan kepemilikan pribadi, dan menarik investor dari dalam dan luar negeri . Kita melakukan hal ini di Negara kita.

Mereka juga melakukannya di negara mereka, Rusia, Rumania, Hongaria, Polandia, Yugoslavia dan semua kubu Blok Kiri. Semuanya berbalik haluan dan mengambil Iangkah panjang ke kanan.

Jadi, "kiri" bukan aliran yang benar dan maju, tetapi primitif. Pandangannya bukan pandangan masa depan, tetapi pandangan fanatik dan bodoh. Aliran kiri tidak membuahkan kejayaan ekonomi, tapi menghasilkan kelumpuhan ekonomi. Lalu marilah kita berfikir makna golongan kiri.

Anda tidak bisa merampas tanah dari pemiliknya, mengambil alih pabrik-pabrik dari pemiliknya, dan mengambil sumber-sumber produksi dari tangan-tangan produktif tanpa menggunakan tentara dan polisi, menangkapi orang-orang, memenjarakan mereka, mengusir, mengancarn, dan memukul dengan tangan besi. Oleh sebab itu, kekerasan, kekejaman, dan pemaksaan merupakan ciri khas golongan kiri.

Kemudian dinegara kecil seperti Mesir Anda tidak bias melakukan hal itu tanpa bantuan negara besar, seperti Rusia. Maka Anda mengundang pengauh Rusia, harta Rusia, dan para pakar Rusia ke negerimu. Pada akhirnya Anda akan terbelenggu oleh utang Rusia dan syarat-syarat Rusia.

Tidak berapa lama kemudian tersingkap bahwa Rusia bukan negara ideologi sesuai dengan kapasitasnya sebagai negara besar, ia bertindak sebagai negara besar karena mempunyai kepentingan. Anda menghadapi penjajahan dalam bentuk baru.

Penjajahan ideologis di mana keluargamu sendiri akan menyerangmu, saudara membunuh saudaranya sendiri, dan anak membantai ayahnya. Kemarahan, kedengkian, dendam, dan kebencian menghadang jalanmu dan menancapkan duri di tenggorokanmu.

Itulah kandungan tersembunyi dalam kata kiri. Orang kiri berarti ia membawa semua bencana ini kepadamu. "Kiri" tidak progresif dan komunisme bukanlah pembebasan.

Hal ini merupakan kebohongan yang kita yakin bahwa sia-sia saja orang-orang yang menggembar-gemborkan kebohongan tersebut, memperdengarkannya kepada kita secara berulang-ulang, mencetak selebaran-selebarannya, meneriakkannya, bersumpah dengannya, mencatat sejarah dengannya, menulis makalah tentangnya, dan mengarang drama-drama tentangnya.

Semua itu merupakan kebohongan di atas kebohongan. Di mana saja golongan kiri bergerak maka kehancuran dan pertumpahan darah ikut bergerak bersamanya, seperti di Angola, Portugal, Spanyol, Nigeria, Thailand, Lebanon, Euthopia, dan Kairo.

Demonstrasi-demonstrasi pada masa de Gaule menyebabkan ekonomi Prancis lumpuh total. Pemogokan buruh di lnggris membuat ekonomi Australia jatuh ke titik terendah.

Golongan kiri di negara manapun hidup dalam kebebasan yang ditentukan oleh sistem. Jika ia memegang kendali pemerintahan, ia akan memberangus kebebasan, membungkam suara rakyat, memenuhi penjara-penjara, dan semuanya harus tunduk pada suara partai semata.

Golongan kiri memerangi kebebasan di negerinya sendiri, seperti halnya memerangi kebebasan di luar negerinya. Tank-tank Rusia membungkam suara kebebasan di Hongaria dan mematikan demokrasi yang dipelopori oleh Dubtzchek di Cekoslovakia. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa menutup-nutupi kebohongan golongan kiri seperti kebebasan, bebas berpikir, dan bebas berkarya.

Tidak benar bahwa Blok Sosialis merupakan surga para buruh dan Blok Kapitalis adalah neraka para buruh. Ini merupakan kebohongan yang lain. Para buruh di Amerika, Austria, Swedia, Norwegia, dan Jerman menikmati gaji lebih tinggi dan hidup dalam taraf kemakmuran, dan kesejahteraan yang lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka di Rusia, Hongaria, Polandia dan China.

Para buruh di negara-negara Arab pindah dari negara-negara sosialis untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi di kawasan timur Teluk Parsia, Arab Saudi, dan Kuwait. Negara-negara ini disebut oleh kawan kita sebagai negara-negara reaksioner. Demikianlah kenyataannya.

Tidak ada ribuan selebaran-selebaran dan siaran-siaran radio untuk memalsukan kenyataan. Demikian pula tidak berguna lagu-lagu bayaran, semboyan-semboyan kawan kita yang menyatakan hitam adalah putih, dan meneriakkan bahwa benda mati itu hidup untuk memutar balik kenyataan tersebut.

Tidak diragukan lagi, kita hidup di zaman kepalsuan dan para pemalsu kita menghadapi bentuk baru pemerkosaan kata-kata, maknanya, dan huruf-hurufnya. Bukankah tuduhan kawan kita bahwa agama merupakan candu, tidak lain adalah bentuk pemerkosaan kata-kata ini, sedangkan agama merupakan puncak kesadaran dan kebangkitan. Keadaan kaum muslimin adalah seperti yang digariskan Allah dalam firman-Nya :

"...Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan terhadapmu atas perbuatanmu itu...." (al-Baqarah: 284).

Keadaan kaum muslimin adalah merasakan takut, sadar, dan ingat secara terus menerus akan Zat yang terlintas di hati. Dialah Allah yang memperhatikan niat mereka yang terpendam dan perbuatan lahir mereka. Mereka tidak tidur dan tidak mabuk candu.

Orang-orang yang mabuk dan lengah adalah mereka yang hidup dalam buaian praduga batil. Mereka ini adalah orang-orang komunis dan penganut aliran-aliran materialism lainnya.

Mereka menggambarkan bahwa tidak ada sesuatu dibalik kehidupan ini dan setelahnya. Jika mereka ingin merengkuh kehidupan tersebut maka mereka merampas semuanya walaupun dengan membunuh dan menumpahkan darah tanpa rasa takut akan perhitungan setelahnya.

Mereka inilah yang hidup dalam buaian candu, dimabukkan oleh kerakusan dan hawa nafsu, dan dibutakan oleh dendam dan kedengkian. Mereka menggambarkan bahwa tidak akan ada perhitungan dari Tuhan terhadap pelampiasan dendam dan kerakusan mereka ini.

Perhitungan mereka memang pendek. Mereka melakukannya atau mencurinya, lalu mereka tidak peduli terhadap apa pun setelahnya. ltulah ketenangan orang mabuk buaian candu, dan kenikmatan menghisap narkotika, itulah kenikmatan heroin yang mereka gembar-gemborkan.

Di antara kebohongan-kebohongan yang sering dihembuskan komunis adalah pernyataan abadi mereka bahwa marxisme adalah ilmu pengetahuan dan pengakuan mereka bahwa pemikiran mereka adalah pemikiran objektif. Mereka juga menyebut pemikiran dugaan dan selebaran-selebaran yang mereka sebar luaskan sebagai sosialisme-ilmiah.

Karl Marx tidak ilmiah ketika memilih beberapa tahapan dalam sejarah sekehendak hatinya. Dari situ, dia mereka-reka sebuah pendapat yang ia cocokkan secara serampangan dengan sejarah seluruhnya. Cara seperti ini juga dilakukan orang Yahudi lainnya, Freud, yang mengambil beberapa kondisi dalam susunan histeria.

Dari sana dia mereka-reka sebuah pendapat tentang gairah seksual yang ia cocokkan secara sembarangan terhadap semua kesadaran rata-rata manusia. Ia menganggap manusia sebagai sekumpulan kera yang senang mempermainkan alat kelamin di daerah pegunungan, sebagaimana Saudara Karl Marx yang menggambarkan bahwa roda sejarah digerakkan oleh pertentangan kelas.

Karl Marx dengan sengaja membuang tahapan-tahapan sempurna dalam perubahan sejarah karena tidak sesuai dengan pendapatnya. Jadi, dia tidak ilmiah dalam penelitiannya.

Marx mengatakan bahwa perubahan budaya menghasilkan perubahan dalam sistem produksi dan hubungan-hubungan produksi. Pernyataan ini tidak sesuai dengan perubahan Islam. Islam merupakan perubahan budaya secara total, tapi tidak membuahkan perubahan dalam sistem produksi dan hubungan-hubungan produksi pada suku Quraisy.

Dengan demikian, kenyataan ini meruntuhkan semua pemikiran Marx dari dasarnya. Sejak semula Islam datang menegaskan persamaan dalam meraih kesempatan, menjamin hak untuk hidup dengan layak, dan menuju keseimbangan ekonomi antara individu dan masyarakat.

Islam juga membawa prinsip kepemilikan pribadi dan prinsip kepemilikan umum serta prinsip ekonomi bebas terarah. Islam membawa semua itu ke tanah Arab sementara aspek-aspek ekonomi tidak bergerak ke arah yang bisa dikatakan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi bersumber dari kondisi ekonomi.

Dengan dernikian, runtuhlah Marxisme, metode historisnya dan perhitungan-perhitungan materialism yang memastikan bahwa setiap perubahan politik terlahir dari perubahan dalam sistem produksi dan hubungan-hubungan produksi.

Di mana letak ilmu pengetahuan seperti yang diucapkan kawan kita. Kita menyaksikan kebohongan yang disebut pembuatnya sebagai ilmu pengetahuan dan mencetaknya dengan kartu sosialisme ilmiah, sebagai kebohongan dan dusta.

Lalu konsep faktor tunggal yang dianggap oleh Marx sebagai dewa yang melahirkan banyak hal dan dianggap sebagai sebab tunggal yang menghasilkan semua perubahan sejarah dan disebut sebagai perubahan materialisme historis. 

Konsep ini telah gugur keilmiahannya, pendapat yang berlaku sekarang dalam bidang fenomena-fenomena sosial adalah tidak ada sebab dan faktor tunggal yang otonom, tetapi ada banyak faktor yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Faktor primer pada hari ini bisa menjadi faktor sekunder di kemudian hari. Dengan demikian, faktor ekonomi tidak bisa menjadi sebab tunggal yang menghasilkan banyak hal.

Kemudian hipotesa tentang kesucian dan kebersihan golongan proletar, seolah-olah mereka adalah ras lain yang muncul dari lembah kehinaan, atau mereka adalah rakyat Allah terpilih yang harus diserahi kekuasaan mutlak adalah pernyataan tidak ilmiah. Buruh, cendekiawan pemilik tanah di negeri kita, semua adalah satu keluarga dan berasal dari satu rahim.

Dan, Marxisme yang dimaksudkan Marx untuk menghadapi berbagai macam aspek buruk abad ke-l4 dan lemahnya buruh kasar yang miskin dan tertindas, adalah tidak sesuai secara ilmiah dalam menghadapi aspek-aspek abad ke- 20 karena revolusi teknologi telah menjungkirbalikkan semua perhitungan.

Pada abad ini telah tercipta golongan baru dari para buruh yang hidup mewah dan duduk menghadapi tombol-tombol elektronik. Mereka didukung oleh serikat pekerja dan dilindungi oleh undang-undang asuransi yang menjamin mereka di hari tua dan di kala sakit.

Kemudian pengakuan palsu orang-orang Marxis tentang kepastian hukum-hukum mereka, seolah hukum-hukum itu diturunkan dari lauhul mahfuzh, adalah pengakuan lain yang tidak ilmiah. Tidak ada kepastian dalam ilmu-ilmu humaniora, tetapi di sana lebih banyak unsur-unsur kenisbian, praduga, prakiraan, dan kemungkinan-kemungkinan yang berbeda-beda.

Kepastian hanya ada dalam gerakan bintang-bintang, planet, perputaran waktu, dan materi mumi. Bahkan materi mumi menelurkan hukum baru yang menyatakan bahwa materi mumi mengeluarkan elektron di dalamnya, sehingga merubah unsur kepastian menjadi bidang relativitas dan kemungkinan (hukum Heisenberg).

Pengakuan mereka bahwa pemikiran mereka adalah pemikiran integral yang menjawab semua pertanyaan dan menuntaskan semua problem, adalah kebohongan besar dan tidak ilmiah. Kebohongan itu lebih banyak didasarkan pada penipuan dan fanatisme daripada pandangan objektif.

Kemudian yang dimaksud dengan rnaterialisme dialektis dengan materi-materi bukan berarti besi, api, air raksa atau kayu, tetapi materi dipahami secara abstraksi bahwa ia adalah semua yang berada di luar zat.

Mereka berkata demikian padahal mereka menentang abstraksi. Dari mana mereka tahu bahwa materi mendahului ide dalam awal terciptanya alam. Siapa di antara mereka yang hadir dalam awal terciptanya alam untuk menyatakan bahwa kesaksiannya ilmiah. Mereka berkata demikian untuk membuat prakiraan tentang alam gaib padahal mereka berteriak bahwa mereka menentang alam gaib.

Mereka mengatakan materi bersifat qadim dan muncul tanpa pencipta, bukankah hal ini bertentangan dengan hukum sebab akibat yang menjadi dasar semua ilmu pengetahuan.

Marx tidak menyodorkan ilmu pengetahuan dan sosialisme tidak ilmiah serta pemikirannya tidak objektif. Marx hanya mengajukan praduga dan membuat ramalan dengan tujuan mengobarkan kekacauan dan peperangan untuk mengganti sistem yang ada.

Oleh sebab itu, semua ramalan dan perhitungan Karl Marx keliru. Komunisme di Inggris tidak menghasilkan kemajuan industri, komunisme di Cina hanya memajukan sektor pertanian dan di Rusia mengakibatkan keterbelakangan.

Blok Kapitalis tidak terpecah belah dan bermusuhan, tapi Blok Sosialis itu sendiri yang terpecah, bermusuhan, dan bertikai. Dalam Blok Kapitalis tidak ada jurang lebar antara buruh kasar dengan pemilik modal bahkan keduanya semakin akrab.

Ramalan-ramalan Karl Marx keliru karena dia tidak ilmiah dalam perhitungan-perhitungannya. Seandainya marxisrne adalah ilmu yang mapan, mengapa para pengikutnya saling berselisih, saling bermusuhan, dan saling berperang, mengapa muncul aliran Stalinis, Leninis, Mauis, Titois dan Naseris yang saling hantam dan saling tangkap satu sama lain.

Anehnya, jika Anda memaparkan kepada kaum komunis yang keropos tersebut tentang semua bukti-bukti ilmiah ini yang menunjukkan kerusakan alirannya, mereka tidak melepaskannya bahkan bertambah keras kepala, bersitegang, menambah buta, dan fanatik.

Pada akhirnya, tersingkap bahwa keilmiahan bohong tersebut tak lain adalah topeng kebohongan yang dipakai oleh para pengikut, propagandis dan agitatornya. Tersingkap pula bahwa hakikat komunisme bukan ilmu pengetahuan, tapi karakter, dendam tersembunyi, dan amarah terpendam yang mencari pelampiasan dan mencari bahasa yang bisa diterima untuk ditampakkan ke permukaan.

Komunisme secara lahiriah adalah ide, tetapi pada hakikatnya dia adalah makhluk materi, kekerasan, materialis, dan kebodohan yang tidak berbeda dengan kebodohan Quraisy sebelum Islam.

Oleh karena itu, semua persoalan yang dihadapi selalu diselesaikan dengan menghunus senjata, membunuh, dan menumpahkan darah. Oleh karena itu, komunisme selalu mengandalkan cara-cara rendah, kudeta, tetap mengadakan komplotan rahasia walaupun udara telah memanas dan sudah sering dilakukan pertemuan terbuka. 

Oleh karena itu, komunisme mengandalkan massa dan menyingkirkan para cendekiawan. Oleh sebab itu, dalam kongres terakhirnya, partai-partai komunis saling menjauhi, saling menyerang, dan saling menjatuhkan.

Mereka saling menuduh sampai akar-akarnya, saling menjatuhkan sampai ke esensi pemikirannya. Mereka saling menjatuhkan tentang diktat proletar dan internasionalisme, hingga mereka memperbolehkan nasionalisme.

Mereka tidak hanya menjatuhkan musuh tradisionalnya, yaitu agama, tapi juga memeluk agama dan menggunakan jubahnya. Mereka melakukan hal ini demi mencapai kekuasaan dengan segala cara.

Mereka mengatakan pada para pengikutnya, "Mencapai kekuasaan dengan segala cara meski dengan merubah kulit kita." Apakah mereka orang berilmu yang sesungguhnya atau mereka adalah oportunis, machiavelis, tendensius, pencinta kekuasaan, dan mengadu domba sekte-sekte dan aliran.

Kami menyampaikan semua ini kepada para pemuda kita yang lugu dan terbius oleh semboyan-semboyan mereka. Mereka ini melangkah dengan niat baik di balik pengakuan ilmiah dan progresif. Sebenarnya, komunisme sangat jauh dari ilmiah dan progresif, tapi sesungguhnya adalah kebodohan materialis, naluri primitif, kudeta jahat, pendendam yang menyimpan amarah, dan pembawa petaka pada seluruh masyarakat.

Komunisme menyimpan hasrat segelintir orang untuk berkuasa dan ingin menunggangi massa untuk mencapai kekuasaan. Di tengah jalan, mereka menegakkan panji-panji perdamaian dan menyanyikan lagu-lagu perdamaian sambil rnenyembunyikan pedang di balik taringnya dan menyembunyikan rantai di balik kulitnya.

Kukatakan, "Hati-hatilah atau kita akan membayar mahal, kita tidak akan maju ke depan walau satu jengkal, bahkan kita akan mundur ke belakang ratusan tahun."

Perang komunisme di kawasan Arab bukan "pengembalian spirit" yang diimpikan oleh orang-orang kiri, tetapi penghapusan total terhadap spirit kawasan Arab dan mengenyahkan nilai-nilai luhur dan budayanya dari kawasan tersebut.

Perkawinan nonkomunis antara pemikiran-pemikiran materialis dan tanah suci ini, negeri para nabi, hanya melahirkan anak buruk yang tak mempunyai nasab. Mereka membuahkan krisis ekonomi dan mengobarkan perpecahan, kemarahan, dan kebencian. Lalu, mereka menunggangi orang-orang lapar dan memberi isyarat kepada orang-orang lapar itu bahwa mereka mempunyai obat mujarab.

Namun, komunisme itu sendiri adalah penyakit, bukan obat. Inilah sebab-sebab kelumpuhan ekonomi yang terjadi di Mesir.

- kolektivitas yang mengakibatkan produksi jatuh dan terlantar dalam keadaan macet dan goyah,
- penindasan para pakar dan ahli, pengusiran para spesialis dan pengangkatan orang munafik,
- kontrol pusat yang kuat,
- berkuasanya partai tunggal dan opini tunggal,
- mengekor Rusia,
- mengutang kepada Rusia,
- peperangan yang didorong oleh Rusia telah menguras harta dan persenjataan dan akibatnya kita tenggelam dalam utang yang semakin membengkak,
- terpecahnya barisan Arab.

Semuanya adalah kesalahan-kesalahan yang kita ambil dari solusi-solusi Rusia yang ditransfer oleh Abdul Naser, mencontoh Blok Timur. Kita tidak mengenal antrean-antrean di depan koperasi selain pada masa mereka. Bagi komunisme, yang ada hanya bertambahnya pencabutan kepemilikan, menjamurnya koperasi, dan pada gilirannya bertambahnya tahanan, orang miskin, birokrasi, dan kekacauan.

Mereka hanya bisa menerapkan pemaksaan dan cara-cara polisionil. Tidak adanya keluhan-keluhan di negara-negara sosialis karena satu sebab, yaitu suara-suara dibungkam dan mulut-mulut dikunci. Kesejahteraan di negara-negara sosialis hanya ada dalam selebaran-selebaran, yel-yel resmi, nyanyian-nyayian, dan keangkuhan media massa.

Antrean-antrean panjang di depan dinas sosial di Moskow dan di Serbia untuk mengambil jatah kubis merupakan bukti yang paling jujur. Surga komunisme tak lain adalah kebohongan media massa. Orang-orang yang berada di balik terali besi di Rusia, Polandia, dan Hongaria mengetahui betapa surga ini adalah neraka.

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa kita hidup di zaman para pembohong dan pemalsu. Kita menyaksikan kepalsuan ini diputar oleh media massa, kebatilan didengungkan oleh siaran-siaran televisi siang dan malam, dan kesesatan yang dicetak sebagai ilmu pengetahuan, igauan-igauan yang digembar-gemborkan sebagai teori, praktek-praktek Negara asing yang diterapkan sebagai kemuliaan, dan persekutuan dengan intemasionalisme, humanisme, dan kekufuran yang disebarluaskan sebagai kebebasan dan keterbukaan.

Dalam pusaran jerat-jerat jahat ini, mereka menenggelamkan pemuda-pemuda kita yang terlena oleh keremajaan mereka. Pemuda-pemuda kita ini adalah sasaran yang paling siap dirusak dan dibinasakan.

Mereka membangun tempat-tempat sepi untuk anak laki-laki dan perempuan di usia puber. Mereka menguasai pemuda-pemuda kita dengan persahabatan dan menyingkirkan larangan-larangan agar belenggu nafsu mereka semakin kuat dan tinggi.

Inilah yang diceritakan oleh seorang mahasiswa tentang system baru yang berlaku sekarang ini. Sistem-sistem tersebut dimulai secara terang-terangan kemudian setelah itu kendalinya di rubah dengan cara-cara rahasia, sehingga mereka menggambarkan bahwa para pemuda kita akan menjadi produk sejarah dan komoditas masa depan.

Tapi masa depan tidak dibuat dengan kudeta, dendam, dan pertentangan kelas. Kembalinya spirit Mesir hanya bisa terlaksana dengan kembali pada norma-norma dan nilai-nilai suri teladan, dan moral, serta kembali pada nurani negeri ini, negeri para auliya. Tanpa itu, kita tidak akan menciptakan sejarah dan tidak bisa bersuara dengan lantang. 

Baca juga : Kamus Marxisme

Orang Tua Tidak Boleh Terlalu Memanjakan Anak

MARWAHISLAM.net | Perkara yang paling baik adalah perkara yang bersifat tengah-tengah, terlebih dalam urusan pendidikan anak. Bersikap keras atau kasar akan mengakibatkan anak durhaka.

Demikian juga, terlalu memanjakan anak juga akan mengakibatkan hal yang sama. Perumpamaan anak yang keinginannya selalu dipenuhi oleh kedua orang tua, selalu terbiasa mendengar perkataan yang indah dan banyak mengandung pujian dari kedua orang tua, itu seperti orang yang berperang tanpa membawa senjata.

Apabila di suatu hari, keinginan tersebut tidak dipenuhi oleh kedua orang tua karena sesuatu sebab, maka mereka akan cepat melakukan tindakan maksiat dan durhaka terhadap kedua orang tua.

Imam Abu Syuhbah mengalakan bahwa tafsir firman Allah swt. yang berbunyi, "Sesunngguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah." (al-Waaqi’ah: 45), adalah sesungguhnya hidup bermewah-mewah itu bisa menghalangi berbuat keutamaan. Pemuda yang terdidik dalam hidup mewah adalah pemuda atau pemudi yang senang berfoya-foya.


Baca juga : Orang Tua Wajib Mencegah Kedurhakaan Anak


Mereka hanya mengharapkan keinginan syahwatnya saja. Apabila keinginan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh kedua orang tuanya maka dia akan mencari jalan pintas untuk memenuhi keinginannya, meskipun tindakan yang harus mereka lakukan adalah mencuri. Inilah sekilas kehidupan pemuda dan pemudi yang hidup dalam keluarga mewah.

Maka, kedua orang tua harus berani dan tegas mengatakan "tidak" kepada anak jika dibutuhkan dengan tanpa meluapkan kemarahan atau emosi, supaya mereka terbiasa mendengar kalimat itu ketika akan melakukan perbuatan yang terlarang.

Ustadz Jamal al-Kasyif berkata, "Demikian juga kedua orang tua harus mengatakan kalimat "tidak", dengan catatan perkataan tersebut tidak sampai menjadikan anak marah, tidak membuat perasaannya menjadi benci terhadap kedua orang tua dan menjadikan sadar dari dirinya sendiri untuk tidak melakukan perbuatan yang jelek lagi.

Atau dengan makna lain, tidak ada larangan bagi orang tua untuk mengatakan 'tidak' dalam keadaan menolak atau melarang. Dan ucapan tersebut disampaikan dengan nada halus dan lembut seperti ketika keduanya mengatakan kalimat 'ya'. 

Pokoknya yang paling penting, kata "tidak' tidak disampaikan dengan kemarahan dan dalam batas kesabaran. Karena kalau kedua orang tua memanjakan anak terus menerus maka hal tersebut akan mendorong mereka untuk malukukan perbuatan durhaka dan kemaksiatan, maka berhati-hatilah dan jagalah terhadap bahaya ini.

PENUTUP

Dalam mendidik anak, kedua orang tua harus mengedepankan kebijaksanaan dan nasihat yang baik serta terkadang dengan menggunakan ketegasan ketika dibutuhkan karena kita akan mencetak generasi yang baik.

Apabila tatanan keluarga baik maka masa depan keluarga tersebut menjadi cerah dengan bantuan anak-anak. Mereka menjadi sumber kebahagiaan dan buah hati kedua orang tua. Apabila tatanan keluarga rusak, maka masa depan masyarakat akan menjadi rusak sebab rusaknya anak-anak. 

Mereka bisa menjadi faktor majunya masyarakat dan juga menjadi faktor yang menjadikan hancur dan mundurnya masyarakat.

Di antara faktor yang mendorong terciptanya generasi yang baik adalah membiasakan mereka takut dan takwa kepada Allah swt.. Karena, dengan hal ini mereka akan mau mengerjakan shalat. Allah swt. berfirrnan,

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (an-Nisaa’: 9).

Orang tua adalah orang yang paling efektif dalam membentuk kesuksesan atau kegagalan anak. Muhammad Quthb berkata, "Apabila rumah, jalan, madrasah, dan masyarakat merupakan sendi-sendi dasar dalam pendidikan, maka rumah adalah sarana yang paling efektif dan paling kokoh dalam sendi-sendi pendidikan yang ada, walaupun dalam tahap awal terkadang seorang anak tidak mau patuh.

Pendidikan di rumah sangat berpengaruh terhadap anak karena waktu yang dihabiskan di rumah lebih banyak dari pada waktu yang digunakan di tempat lain. Pengaruh kedua orang tua di dalam jiwa anak itu lebih besar jika dibanding dengan pengaruh yang datang dari orang lain." (Lihat Manhaj at-Tarbiyah al-Islamiyyah).

Sungguh indah syair ini, "Para pemuda kita akan berkembang dan tumbuh mengikuti kebiasan yang telah diberikan ayahnya kepada mereka."

Oleh karena itu, orang tua harus pandai-pandai mendidik dengan metode yang paling baik agar mereka selamat dan berhasil dalam pendidikannya. Mereka menjadi buah hati yang menyenangkan dan berbakti kepada keduanya.

Kita memohon kepada Allah swt. semoga Dia memperbaiki agama kita, yaitu agama yang bisa menjaga dari segala urusan kita, memperbaiki kehidupan dunia yang kita hidup di situ, memperbaiki akhirat kita yaitu tempat di mana kita kembali, memperbaiki keluarga, anak-anak dan istri-istri kita, sesungguhnya Allah swt. .adalah Zat Yang Maha Mahakuasa.

Kita juga memohon, semoga Allah swt. Menjadikan amal ini sebagai amal yang ikhlas dan semata karena Allah swt. dan semoga Ia mencatatnya sebagai amal yang baik di hari penimbangan nanti, yaitu hari di mana tidak ada harta dan anak yang bermanfaat kecuali orang yang diberikan Allah swt. hati yang selamat.

Orang Tua Jangan Memaki dan Menjelekkan Anak Dengan Sifat Yang Buruk

Para orang tua sering melakukan perbuatan yang menjelekkan anaknya dengan sifat-sifat yang buruk, mencaci maki dengan perkataan yang kotor dan melupakan bahwa cara seperti ini merupakan cara yang salah dalam mendidik anak. Karena akan mendorong anak berbuat mendurhakai mereka.


Juga tugas utama para orang tua untuk memberikan pendidikan yang benar dan tidak melakukan tindakan menjatuhkan mental mereka. Para orang tua janganlah mengeluarkan ucapan-ucapan seperti "Kamu kayak maling, kamu kayak rampok, kamu  banci dan sejenisnya. Karena akan menimbulkan pada diri mereka sikap tidak menghargaimu disebabkan telah menimbulkan rasa kecewa dan rasa rendah diri pada jiwanya.




MEMAKI DAN MENJELEKKAN ANAK DENGAN SIFAT YANG BURUK

Sesungguhnya ini terjadi dan sering kali terjadi di sekeliling kita dimana anak atau seorang ibu memaki anaknya dan anaknya malah membalas makian ibunya tadi sehingga hal seperti ini sering menjadi tontonan dalam masyarakat kita.  Na'udzubillahi tsumma na'udzubillah.

Orang Tua Harus Menjaga Anaknya Dari Penyelewengan

MARWAHISLAM.netMerupakan tugas para Orang tua untuk menjaga anak dari berbagai sikap dan tingkah laku yang  menyeleweng baik dari sisi akhlak, kejiwaan, maupun tingkah laku. Faktor yang mendorong timbulnya penyelewengan anak adalah adanya perselisihan antara bapak dan ibu, tidak memberikan nafkah yang memadai, tehnik berkomunikasi yang kurang baik antara anak dan para Orang tua, banyaknya waktu senggang yang tidak dimanfaatkan oleh orang tua bersama anak.


Semua itu menjadi sarana yang mendorong anak untuk melakukan tindakan yang mengarah pada kerusakan dan penyelewengan jiwa.



Untuk memperoleh hasil yang maksimal tentang masalah ini maka para ahli ilmu jiwa dan para ahli di bidang pendidikan mencari solusi maslah tersebut. Salah satunya adalah metode dari Robert Clark yang terhimpun dalam beberapa poin penting dibawah ini :



BERBAGAI PENYELEWENGAN ANAK


a) Adanya batasan yang jelas mengenai etika, artinya menjelaskan terhadap anak tentang bagaimana akhlak yang baik dan akhlak-akhlak yang seharusnya ditinggalkan sehingga anak bisa membedakan antara keduanya.




b) Kedua Orang tua jangan berlebihan dalam mengkritisi pola hidup si anak, jika yang dilakukan seorang anak hanya berupa hal yang remeh karena mengkritisi secara berlebihan akan menumbuhkan sikap menyeleweng dan melawan ibu bapaknya.




c). Kedua orang tua harus menghargai pendapatnya.




d). Kedua orang tua harus bersikap toleransi terhadap anak supaya mereka merasakan keamanan, kenyamanan dan ketenteraman di sisimu.




e). Kedua orang tua harus menampakkan kasih sayangnya yaitu dengan cara memberikan perhatian dan menghargai pendapatnya dan memberi support terhadap perilakunya yang benar.



f). Ketika anak berbuat salah maka sikap para orang tua seharusnya menghadapinya dengan tenang kemudian menyelesaikan dengan penuh kehati-hatian dan kelemah-lembutan atau melupakan kemarahan dan dilakukan secara bertahap dan di sesuaikan dengan situasi dan kondisi.




g). Kedua orang tua janganlah menghukum anak dengan cara yang berlebihan.


Sungguh, jika kedua orang tua melakukan pengawasan seoptimal mungkin terhadap upaya penyelewengan dan mendidiknya dengan baik maka mereka akan menjadi generasi penerus yang berkualitas dalam ketaatan dan berbakti kepada orangtua. 


Hal ini terwujud disebabkan adanya kepercayaan penuh dari masing-masing individu keluarga terhadap sesama dan hilangnya benih-benih penyelewengan dan bibit-bibit kehancuran.