Advertisement

Advertisement

Tahukah Anda Bagaimana Kondisi Irak Hari Ini, Bandingkan Ke Zaman Rasul

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net | Telah Berlalu Dihadapan Kita peristiwa demi peristiwa. Ada banyak hal yang memenuhi benak kita; tentang mayat-mayat di Irak yang tak terurus, tentang bayi-bayi yang kehilangan ibunya, tentang anak-anak yang mengerang kesakitan karena sebuah peluru yang menembus dada, dan tentang kita yang menikmati kesengsaraan mereka sebagai tontonan menarik yang menimbulkan kegembiraan. 

Tahukah Anda Bagaimana Kondisi Irak Hari Ini, Bandingkan Ke Zaman Rasul. Di saat mata mereka tak sanggup lagi menitikkan kepiluan, di sini kita asyik berpesta, lengkap dengan sebotol Coca-cola. Ada anak-anak yang kehilangan bapaknya. Mereka lari kesana kemari untuk menuntaskan kesengsaraannya. Mereka telah dilaparkan selama bertahun-tahun oleh sebuah negeri yang membunuh atas nama kemanusiaan. 

Mereka telah dilemahkan dengan terus-menerus hidup di bawah ancaman oleh sebuah negeri yang melakukan kejahatan atas nama perdamaian dunia. Sesudah tulang-tulang mereka rapuh, ternyata mereka masih harus diperangi atas nama pembebasan terhadap nasib dan hak hidup mereka.

Pertanda apakah ini sesungguhnya, ya Allah? Rasanya, kejadian demi kejadian itu membawa kita semakin dekat dengan akhir perjalanan dunia. 

Tahukah Anda Bagaimana Kondisi Irak Hari Ini, Bandingkan Ke Zaman Rasul
Zaman akan berhenti di suatu titik. Kita akan sampai pada kepastian tentang nasib yang harus kita petik; airmata yang tak pernah henti karena siksa yang pedih, atau kebahagiaan yang tak terkatakan karena kasih-sayang Allah yang melimpah tak habis-habis. Hanya dua inilah yang mungkin terjadi: surga atau neraka.

Tanda-tanda tentang akhir dari perjalanan dunia rasanya semakin banyak yang tampak. Kesengsaraan saudara-saudara kita di Irak, hanyalah satu di antara sekian banyak pertanda. 

Teringatlah saya kepada Nabi saw. Dari Jabir r.a., telah bersabda Rasulullah saw., "Hampir saja tidak boleh dibawa ke negeri Irak secupak (qafizh) makanan atau sebuah dirham." Kami bertanya, "Siapa yang melakukan itu, wahai Rasul Allah?"

Beliau menjawab, "Orang-orang 'Ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut." Kemudian beliau saw. berkata, "Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan (mudyun) atau sebuah dinar kepada penduduk Syam."

Kami bertanya, "Siapa yang melakukan itu, wahai Rasul Allah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Rum (Romawi)."

Kemudian Jabir r.a. diam sejenak dan berkata, Telah bersabda Rasulullah saw, "Pada akhir masa umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta sebanyak-banyaknya dan ía sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya," (HR Muslim dan Ahmad).

Sebelum diserang, Irak sudah diembargo oleh Amerika dengan menggunakan tangan PBB. Seperti yang disebutkan oleh Nabi saw., hampir-hampir tak ada makanan yang boleh dibawa masuk ke Irak. Perdagangan dihambat, sehingga sulit bagi mereka untuk mendapatkan dirham; sekeping uang untuk kehidupan mereka.

Sesudah mereka lemah tak berdaya, orang-orang Ajam yang ternyata bernama Amerika itu datang menghabisi nyawa mereka. Sesudah Irak, negeri yang mengalami nasib serupa adalah Syam. 

Wilayahnya sekarang meliputi Syiria. Saya tidak berani menerangkan hadis ini lebih lanjut, karena saya tidak memiliki ilmunya. Yang saya tahu hanyalah, datangnya tanda-tanda itu bukan untuk membuat kita diam seraya mengiyakan, tetapi tak berbuat apa-apa.

Sebab selain kabar, ada peringatan-peringatan yang disampaikan oleh Nabi saw. tentang sikap yang semestinya dan yang tidak semestinya, serta tentang apa yang seharusnya kita kerjakan maupun apa yang seyogyanya tidak kita lakukan.

Semua telah terhampar luas. Semuanya telah diterangkan dalam berbagai hadis. Terserah kepada kita, apakah kita akan memaknai pertanda ataukah membiarkannya berlalu begitu saja sebagaimana berita-berita yang berseliweran di sekitar kita.

Tak ingin saya berbicara banyak. Saya hanya ingin mengajak Anda untuk berhenti sejenak dengan riuh rendahnya perkataan, lalu merenungi firman Allah, "Dan berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran (3)m : 103)

Tahukah Anda Bagaimana Kondisi Irak Hari Ini, Bandingkan Ke Zaman Rasul. Artinya kondisi Irak hari ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah lebih dari 14 abad yang lalu. Semoga Allah menolong kita. *

Baca juga : 6 Kelemahan Setan dan Jin Yang Perlu Anda Ketahui
Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: