Advertisement

Advertisement

Doa Mohon Ampunan dan Diwafatkan Bersama Orang-orang Berbakti

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net | Ada tiga hal yang perlu dimohonkan ampun dan juga mohon dihapuskan dalam doa ini, yaitu: dosa-dosa, kesalahan, dan keburukan (tindakan). Inilah Doa Mohon Ampunan dan Diwafatkan Bersama Orang-orang Berbakti :

# Rabbana - faghfir – lana – dzunubana - wa - kaffir - ’anna – sayyiatina - wa – tawaffana - ma’al – abrar #. 

Artinya : Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan dan keburukan tindakan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang yang berbakti. (QS. Ali ‘Imran (3) : 193). 

Ada tiga hal yang perlu dimohonkan ampun dan juga mohon dihapuskan dalam doa di atas, yaitu: dosa-dosa, kesalahan, dan keburukan (tindakan). Sebagai manusia, sangatlah wajar jika kita suatu saat melakukan dosa, kesalahan, dan keburukan.

Doa Mohon Ampunan dan Diwafatkan Bersama Orang-orang Berbakti
Sekelam dan sebusuk apapun dosa, kesalahan, dan keburukan yang pernah kita lakukan sepanjang hidup kita, maka kita harus tetap tegar untuk mengakuinya dan memohon ampun di hadapan Allah.

Jika dirasa perlu untuk minta maaf dengan sesama manusia yang telah kita zalimi dengan dosa, kesalahan, dan keburukan, maka hal ini pun (minta maaf) perlu dilakukan dengan segala ketabahan dan kebesaran jiwa.

Dari dosa, kesalahan, dan keburukan yang pernah kita lakukan yang tentu saja berakibat negatif bagi kamanusiaan dan kehidupan, sebisa mungkin kita coba mencari hikmahnya.

Dari semua peristiwa hidup yang pernah kita alami —bahkan yang paling negatif sekali pun— seharusnya kita tetap bisa mencari hikmahnya, agar bisa melangkah lebih baik ke depan, tanpa mengulang dosa dan kesalahan.

Selain memohon ampun atas segala dosa, kesalahan, dan keburukan (tindakan), doa di atas juga berisi permohonan agar kita diwafatkan bersama (atau bisa juga sebagai) orang-orang yang berbakti. Berbakti di sini tentunya adalah berbakti kepada Allah.

Berbakti kepada Allah, berarti juga berusaha berjuang sekuat tenaga untuk mengamalkan nilai-nilai dan ajaran Allah yang baik, luhur, dan mulia. Jika seseorang mengamalkan nilai-nilai dan ajaran Allah, berarti juga berjuang di jalan kemanusiaan yang baik, luhur, dan mulia.

Orang yang berbakti di jalan Allah dan jalan kemanusiaan, berarti hidupnya tidak hanya dipakai untuk memikirkan dan mengurusi dirinya sendirinya, akan tetapi juga meluangkan waktu untuk berjuang bagi sesama manusia. Sesama manusia di sini, maksudnya adalah orang-orang yang memerlukan bantuan dan uluran tangan, siapa pun dia, tanpa membedakan agama, suku, ras, golongan, jenis kelamin, ideologi, keyakinan, dan baju-baju ”primordial" lainnya.

Orang-orang yang berbakti, dengan demikian, punya rasa kemanusiaan dan komitmen sosial yang tinggi. Orang yang berbakti di jalan Allah dan jalan kemanusiaan yang baik, luhur, dan mulia, adalah orang-orang yang juga suka beribadah (beribadah dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya).

Artinya, bukan hanya beribadah dalam konteks melakukan ”ritual” agama yang rutin, akan tetapi juga beribadah ”sosial”, yaitu melakukan kerja-kerja kemanusiaan. Orang yang diwafatkan bersama-sama (atau juga sebagai) orang-orang yang berbakti dan beribadah, tentunya merupakan manusia yang beruntung.

Baca juga : 

Doa Mohon Keselamatan Dalam Perjalanan

Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: