Advertisement

Advertisement

Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid, Inilah Penjelasannya

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net | Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid,  maksudnya agar kita berubudiyah kepada Allah SWT sesuai dengan al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW yang kemudian pecah kedalam empat Imam yang sama-sama mengacu kepada Rasulullah SAW.  Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujarat yang artinya :

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al-Hujarat : 9 )

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al-Hujarat :  10)

Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid, Inilah Penjelasannya

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Hujarat : 11)

Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid, Inilah Penjelasannya ;
 .... Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan : 
“Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid, Inilah Penjelasannya ;
 ... Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan :
“Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid, Inilah Penjelasannya ; 
... Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
“Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

Imam Mazhab Melarang Fanatisme dan Taklid, Inilah Penjelasannya ;
 ... Al-Imam Ahmad Bin Hambal (Madzab Hambali mengatakan):
 “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.” ........... 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.   (QS. Al-Hujarat :  12)

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.   (QS. Al-Hujarat :  13)

Kutipan diatas penting untuk menjaga ukhuwah islmiah  sehingga kita tidak saling melecehkan sesama muslim. Wassalam .... Wallaahu a’lam bishshawaab .....

Baca juga : 

Doa Mohon Diberi Hujan Yang Bermanfaat

Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: