Advertisement

Advertisement

Inilah Sebabnya Sahabat Nabi Saja Marah

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM.net | Bagaimana sikap Anda bila tiba-tiba putra Anda memohon sesuatu yang haram untuk dikerjakannya. Misalnya mencuri.  Sebagai orang tua, Anda pasti marah dan menghardik keras, ”Kamu kudidik bukan untuk itu.  Pernahkah kamu melihat aku mencuri atau mengajarimu berbuat tidak baik ?” Emosional.  Si anak tertunduk, belum tentu menurut.

Mari kita belajar Cara Rasul saw. menanggapi seorang pemuda yang ingin berbuat maksiat. Para Sahabat yang mendengar permintaan pemuda itu langsung marah luar biasa, tetapi Nabi Allah menghadapinya dengan tenang dan sabar. Beliau meminta si pemuda datang mendekatinya, seperti guru dengan muridnya, seperti ayah dengan anaknya.

Inilah Sebabnya Sahabat Nabi Saja MarahKemudian Rasulullah bertanya pelan, ”Wahai anak muda, apa yang kamu inginkan ?” Si Pemuda menjawab, ”Ya Rasulullah, izinkan aku melakukan perzinaan.” Rasulullah tidak mengiyakan atau melarang keras, sebaliknya beliau bertanya lagi, ”Sukakah kamu bila perbuatan itu terjadi pada ibumu ?” Si pemuda menjawab dengan tegas,  ”Tentu saja tidak, ya Rasulullah.” Rasul bertanya, ”Apakah kamu senang bila saudara perempuanmu melakukannya ?" Si pemuda menjawab, ”Tidak, ya Rasulullah.”

Sekali lagi Rasul bertanya dengan lembut, ”Atau apakah kamu ikhlas bila perbuatan itu dilakukan oleh saudari ibumu atau saudari ayahmu ?” Rasulullah berkata, ”Yang kamu zinai itu adalah ibunya orang, saudaranya orang, bibinya orang.” Pemuda itu diam dan tertunduk. 

Dengan perasaan sedih dan menyesal, dia meminta, ”Doakan aku ya Rasulullah.” Nabi mengabulkan permintaannya dan mendoakan, ”Ya Allah, lindungilah farjinya, sucikanlah kalbunya, dan ampunilah dosanya.”

Baca juga : 

Download Al-Quran Al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak Dalam Bahasa Aceh

Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: