Advertisement

Advertisement

Hadis Sahih Bukhari Nomor 178 Tentang Orang yang tidur tidak perlu berwudlu' lagi kecuali tidur yang berat (lama)

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM | Hadis Sahih Bukhari Nomor 178 Tentang Orang yang tidur tidak perlu berwudlu' lagi kecuali tidur yang berat (lama).

Hadis ini berasal dari isi Kitab 9 Imam yaitu Sahih Bukhari, Bab 4. Wudlu' ; Orang yang tidur tidak perlu berwudlu' lagi kecuali tidur yang berat (lama).

من لم يتوضأ إلا من الغشي المثقل

Hadis Nomor 178

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ امْرَأَتِهِ فَاطِمَةَ عَنْ جَدَّتِهَا أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهَا قَالَتْ أَتَيْتُ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ خَسَفَتْ الشَّمْسُ فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ يُصَلُّونَ وَإِذَا هِيَ قَائِمَةٌ تُصَلِّي فَقُلْتُ مَا لِلنَّاسِ فَأَشَارَتْ بِيَدِهَا نَحْوَ السَّمَاءِ وَقَالَتْ سُبْحَانَ اللَّهِ فَقُلْتُ آيَةٌ فَأَشَارَتْ أَيْ نَعَمْ فَقُمْتُ حَتَّى تَجَلَّانِي الْغَشْيُ وَجَعَلْتُ أَصُبُّ فَوْقَ رَأْسِي مَاءً فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ مَا مِنْ شَيْءٍ كُنْتُ لَمْ أَرَهُ إِلَّا قَدْ رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي هَذَا حَتَّى الْجَنَّةَ وَالنَّارَ وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي الْقُبُورِ مِثْلَ أَوْ قَرِيبَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ يُؤْتَى أَحَدُكُمْ فَيُقَالُ لَهُ مَا عِلْمُكَ بِهَذَا الرَّجُلِ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ أَوْ الْمُوقِنُ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيَقُولُ هُوَ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى فَأَجَبْنَا وَآمَنَّا وَاتَّبَعْنَا فَيُقَالُ لَهُ نَمْ صَالِحًا فَقَدْ عَلِمْنَا إِنْ كُنْتَ لَمُؤْمِنًا وَأَمَّا الْمُنَافِقُ أَوْ الْمُرْتَابُ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ

Hadits Shahih Bukhari Nomor 178

Tlah menceritakan kpd kami [Isma'il] brkata, tlah menceritakan kpdku [Malik] dr [Hisyam ibn 'Urwah] dr isterinya [Fatimah] dr neneknya [Asma` binti Abu Bakar] bahwa ia brkata, "Aku prnah menemui 'Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ktika trjadi grhana matahari. Saat itu org-org sedang mlaksanakan shalat & saat itu iapun brdiri shalat. Stelah itu aku katakan kpdnya, "Apa yg dilakukan org-org?" Aisyah lalu mmberi isyarat dgn tangannya ke arah langit seraya brkata, "Maha suci Allah." Aku lalu brkata, "Satu tanda kkuasaan Allah." Lalu dia mengiyakan dgn memberi isyarat. Maka akupun ikut shalat smentara timbul prkara yg membingungkanku, hingga aku siram kepalaku dgn air. Slesai shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan puja & puji kpd Allah, kmudian beliau bersabda: "Tdk ada sesuatu yg blm diperlihatkan kpdku, kecuali aku sdh melihatnya dr tempatku ini hingga surga & neraka. Dan tlah diwahyukan kpdku bahwa kalian akan trkena fitnah dlm qubur kalian spt, atau hampir serupa dgn fitnah Dajjal yg aku sndiri tdk tahu fitnah apakah itu." Asma` brkata, "Stiap salah seorg dari kalian akan didatangkan (dlm sidang), lalu dikatakan kpdnya, 'Apa yg kamu ketahui ttg lelaki ini (Rasulullah)? ' Adapun org beriman atau org yg yakin -aku tdk tahu mana yg Asma' ucapkan-, lalu org tsb akan menjawab, 'Dia adalah Muhammad utusan Allah. Ia datang kpd kami membawa penjelasan & petunjuk. Kami lalu menyambutnya, beriman & mengikuti seruannya.' Maka kpd org itu dikatakan, 'Tidurlah kamu dgn baik, sungguh kami tlah mengetahui bahwa kamu adalah org beriman.' Adapun Munafik atau pelaku dosa besar -Aku tdk tahu mana yg diucapkan Asma'- akan menjawab, 'Aku tdk tahu siapa dia, aku mendengar org-org mengatakan ssuatu maka aku pun mngikuti ucapan tsb'."

Baca juga : Hadis Sahih Bukhari Nomor 177 Tentang Membaca al-Qur'an setelah berhadats atau yang lainnya
Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: