Advertisement

Advertisement

Doa Mohon Dilapangkan Dada dan Dimudahkan Urusan

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM | Doa berikut ini pernah dipanjatkan oleh Nabi Musa As yaitu ‘Doa Mohon Dilapangkan Dada dan Dimudahkan Urusan’ bacaannya yaitu :

# Rabbisyrahli – shadri - wa – yassirl- amri - wahlul - ’uqdatan - min - lisani,- yafqahu – qaulli #.

Artinya : Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskan ikatan yang mengekang lidahku, agar mereka mengerti perkataanku. (QS. Tha Ha (20) : 25-28). 

Doa di atas pernah dipanjatkan oleh Nabi Musa As ketika menghadapi Firaun, seorang raja yang zalim, yang kekuatan dan kekuasaannya sangat besar. Dalam mewartakan nilai-nilai dan ajaran Allah, Musa mendapat tantangan dan hambatan yang sangat berat dari Firaun beserta kaki tangannya.

Doa di atas tentu saja bisa dipakai siapa pun dan sampai kapan pun, di berbagai momen kehidupan. Yang dimaksudkan dengan ”lapangkanlah dadaku” dalam doa di atas adalah jernihkanlah hati nuraniku, dan luaskanlah kebijaksanaanku.

Mohon Dilapangkan Dada dan Dimudahkan Urusan

Orang yang lapang dadanya, jernjh hati nuraninya, dan luas kebijaksanaannya, Insya Allah akan bisa menjalani kehidupan ini dengan baik dan bijak. Orang yang seperti ini misalnya tidak mudah mengeluh, tidak mudah tersinggung/marah, pemaaf, penyabar, baik hati, suka menolong, tidak merasa diri paling baik dan paling benar, tidak memaksakan kehendak, demokratis, pecinta sesama manusia dan makhluk-Nya, dan sebagainya.

Orang yang lapang dadanya akan menjalani kehidupan ini dalam suasana ”bersahabat” dengan Sang Hidup dan Tuhan, dan tidak akan mengalami stres, depresi, kebingungan, dan kekacauan, sebagaimana umumnya umat manusia di era modern dan kapitalisme mutakhir seperti sekarang ini.

Sebagian besar manusia dalam era modern dan kapitalisme mutakhir mengalami depresi dan alienasi (yakni ”keterasingan” dari eksistensi dirinya sendiri sebagai manusia). Pada era modern dan kapitalisme mutakhir, manusia ”terasing” dan ”tereksternalisasi” dari dirinya sendiri karena mengabdi pada dan atau diperbudak oleh materi dan jabatan/kekuasaan.

Pada era ini manusia dikendalikan oleh isme-isme yang membangkrutkan harkat dan martabat kemanusiaan, yaitu: materialisme, konsumerisme, konsumtifisme, hedonisme, seksisme, dogmatisme, dan lain-lain.

Kemudian, yang dimaksudkan dengan ”mudahkanlah urusanku” dalam doa di atas, adalah suatu kesuksesan dan kelancaran dalam mengatasi setiap masalah yang kita hadapi. 

Orang yang dimudahkan urusannya oleh Allah akan selalu menemukan solusi yang baik dalam mengatasi masalah serta menjalani kehidupan, dan memperoleh hikmah, keberkahan dan keberuntungan, dari setiap masalah dan kehidupan yang dialaminya.

Lantas, yang dimaksudkan dengan ”lepaskan ikatan yang mengekang lidahku" dalam doa di atas, adalah suatu permohonan untuk lancar berbicara dan berkata-kata, sehingga apa yang kita sampaikan akan mudah diterima, dimengerti, dan dipahami oleh orang lain.

Untuk itu, doa di atas seringkali dibaca oleh beberapa umat Islam, yang (terutama) akan berbicara dan menyampaikan sesuatu di depan publik dan sekelompok manusia.

Dalam konteks yang lebih luas, ”lepaskan ikatan yang mengekang lidahku” bisa dimaknai sebagai mohon kemampuan agar bisa menyampaikan ide dan pemikiran, bukan hanya dalam bentuk lisan, akan tetapi juga dalam bentuk tulisan.

Dalam era mutakhir seperti sekarang, dimana dunia komunikasi bergerak semakin pesat dan canggih, misalnya lewat media massa, internet, dan lain-lain, tak pelak peran ”tulisan” sangatlah penting untuk membentuk opini dan berinteraksi antar berbagai nilai dan berbagai kesadaran yang lalu lalang dan bergerak cepat dalam sejarah dan peradaban umat manusia.

Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: