Advertisement

Advertisement

Hadis Sahih Bukhari Nomor 209 Tentang Termasuk dosa besar bila kencing namun tidak menjaga kesucian dari percikannya

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM | Hadis Sahih Bukhari Nomor 209 Tentang Termasuk dosa besar bila kencing namun tidak menjaga kesucian dari percikannya.

Hadis ini berasal dari isi Kitab 9 Imam yaitu Sahih Bukhari, Bab 4. Wudlu' ; Termasuk dosa besar bila kencing namun tidak menjaga kesucian dari percikannya.

من الكبائر أن لا يستتر من بوله

Hadis Nomor 209

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ أَوْ مَكَّةَ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِي قُبُورِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى كَانَ أَحَدُهُمَا لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَكَانَ الْآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِجَرِيدَةٍ فَكَسَرَهَا كِسْرَتَيْنِ فَوَضَعَ عَلَى كُلِّ قَبْرٍ مِنْهُمَا كِسْرَةً فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ تَيْبَسَا أَوْ إِلَى أَنْ يَيْبَسَا

Hadis Sahih Bukhari Nomor 209

Tlah mnceritakan kpda kami ['Utsman] berkata, tlah mnceritakan kpda kami [Jarir] dri [Manshur] dri [Mujahid] dri [Ibnu 'Abbas] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mlewati prkebunan penduduk Madinah / Makkah, lalu beliau mndengar suara dua org yg sdang di siksa dlm kubur mereka. Maka Nabi SAW pun berkata: "Keduanya sdang disiksa, & tdklah keduanya disiksa disbabkan dosa besar." Lalu beliau menerangkan: "Yg satu disiksa krn tdk brsuci stelah kencing, sementara yg satunya lg disiksa krn suka mengadu domba." Beliau kmudian minta diambilkan sbatang dahan kurma yg masih basah, beliau lalu mmbelah mnjadi dua bagian, kmudian beliau mnancapkan setiap bagian pd dua kuburan tsb. Maka beliau pun ditanya, "Knapa Tuan melakukan ini?" Beliau menjawab: "Mdah-mudahan siksanya dringankan selama dahan itu masih basah."

Baca juga : Hadis Sahih Bukhari Nomor 208 Tentang Berwudlu' bukan karena berhadats
Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: