Advertisement

Advertisement

Saya Tidak mau Berpisah dengan Harta saya, Harta akan saya bawa Mati

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM | Bisa tidak ya Saya Tidak mau Berpisah dengan Harta saya, Harta akan saya bawa Mati?. Saya sangat mencintai harta saya. Ayo kita simak kisah ini !. Sebut saja Haji Nadzar. Pemilik sebuah perusahaan terkemuka yang memang dikenal karena kedermawanannya, seakan harta yang telah begitu banyak itu sudah tak berharga lagi baginya. Seakan-akan dunia ini telah begitu hina di matanya...

Sangatlah ringan baginya membuka kotak tabungannya, mudah saja bagi dia merogoh kantong simpanan dan mencairkan depositonya dan seakan-akan tanpa beban sama sekali dia mengulurkan bantuannya.

Mungkin  Haji Nadzar inilah sosok nyata yang menganggap dunia ini di tangannya dan akhirat sangat dekat di hatinya...
Maka pada suatu hari beberapa orang pengusaha muda mendatangi beliau dan berbincang dengannya ;

Harta akan saya bawa Mati

“Ajarkanlah kepada kami, Pak Haji,” kata mereka, “bagaimana sih caranya supaya kami juga bisa seperti Pak Haji. Bisnisnya semakin hari semakin sukses, namun tidak cinta harta dan tidak sayang kepada harta kekayaan... sehingga berinfaq begitu banyaknya dan bersedekah juga begitu ringan”.

"Wah", sahut Haji Nadzar tertawa, 
"Ente ini sudah salah alamat!”
“Lho?”...
"Lha iya. Kalian sebenarnya sudah menemui orang yang salah... karena saya ini sungguh SANGAT SAYANG DAN MENCINTAI HARTA SAYA! Dan Saya juga sangat mencintai semua Aset  yang saya miliki "

“Lho kok begitu?”..
“Kok lho, karena terlalu cinta dan sayangnya, saya tak rela harta saya tertingga sedikitpun di dunia ini. Saya mau seluruh HARTA SAYA AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA".
"Saya sangat TIDAK MAU BERPISAH dengan harta kekayaan saya.

Makanya untuk sementara ini saya titipkanlah terlebih dahulu harta saya itu :
*Sebahagian titip* di Masjid, 
*Sebahagian titip* kepada anak yatim,
*Sebahagian titip* kepada fakir miskin,
*Sebahagian titip* kepada pejuang fii sabilillah. 
*Sebahagian titip* di yayasan / baitul maal / dayah/ pesantren.
*Sebahagian titip* kepada dewan guru dayah/pesantren dan para karyawan yang taat.
dan *Sebahagian titip* kepada karabat, saudara dan karyawan yang sakit".

"Alhamdulillah sampai hari ini masih saja ada yang berkenan mau dititipi, saya sangat senang sekali. Alhamdulillah masih ada yang mau dititip amanah, saya bahagia sekali.

Akhirnya saya berharap dan memohon kepada Allah SWT, DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL KEMBALI SEMUA TITIPAN SAYA ITU PLUS HASIL GANDAANNYA".

"Inilah hasil kerja keras saya puluhan tahun maka saya ingin kekayaan saya itu akan dapat saya nikmati berlipat ganda di alam kubur dan di akhirat kelak".

Makanya siapa yang bilang harta tidak dibawa mati....? 
Ternyata harta itu emang dibawa mati....!!! Caranya ? ... Yaah JANGAN BAWA SENDIRI donk... Mintalah tolong untuk dibawakan oleh Fakir miskin, oleh anak yatim, oleh orang-orang yang berjuang pada jalan Allah, pada yayasan pendidikan Agama, baitul maal....dan seterusnya karena nantinya anak, istri dan keluarga saya cuma kasih saya 3 lembar kain putih tok..untuk modal ke alam kubur."

Semoga ada manfaatnya dan mendapatkan maghfirahNya... Aamiin, Bagikan kepada saudara, rekan, karabat dan sahabat agar bersama-sama mereka kita bawa harta kita ke alam sana.

Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: