Advertisement

Advertisement

Hadis Sahih Bukhari Nomor 902 Tentang Makan pada Hari Raya Adlha (Qurban)

Advertisement
Advertisement
MARWAHISLAM | Hadis Sahih Bukhari Nomor 902 Tentang Makan pada Hari Raya Adlha (Qurban).

Hadis ini bersumber dari isi Kitab 9 Imam yaitu Sahih Bukhari, Bab 11. Jum'at perihal Makan pada Hari Raya Adlha (Qurban).

الأكل يوم النحر

Hadis Nomor 902

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ خَطَبَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَضْحَى بَعْدَ الصَّلَاةِ فَقَالَ مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَنَسَكَ نُسُكَنَا فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ وَمَنْ نَسَكَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَإِنَّهُ قَبْلَ الصَّلَاةِ وَلَا نُسُكَ لَهُ فَقَالَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ خَالُ الْبَرَاءِ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنِّي نَسَكْتُ شَاتِي قَبْلَ الصَّلَاةِ وَعَرَفْتُ أَنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَأَحْبَبْتُ أَنْ تَكُونَ شَاتِي أَوَّلَ مَا يُذْبَحُ فِي بَيْتِي فَذَبَحْتُ شَاتِي وَتَغَدَّيْتُ قَبْلَ أَنْ آتِيَ الصَّلَاةَ قَالَ شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّ عِنْدَنَا عَنَاقًا لَنَا جَذَعَةً هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ شَاتَيْنِ أَفَتَجْزِي عَنِّي قَالَ نَعَمْ وَلَنْ تَجْزِيَ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ
Hadis Sahih Bukhari Nomor 902

Tlh menceritakan kpd kami ['Utsman] berkata, tlh menceritakan kpd kami [Jarir] dr [Manshur] dr [Asy Sya'bi] dr [Al Bara' ibn 'Azib] radliallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi SAW menyampaikan khutbah pd hari Raya Qurban ('Iedul Adlha) setelah melaksankan shalat. Beliau bersabda: "Barangsiapa melaksanakan shalat spt shalat kami dan melaksanakan manasik spt manasik kami maka dia tlh melaksanakan manasik (menyembelih kurban). Dan barangsiapa menyembelih kurban sebelum shalat berarti dia malaksanakannya sebelum shalat, dan berarti dia blm melaksanakan manasik (berkurban)." Abu Burdah ibn Niyar, paman Al Bara', berkata, "Wahai Rasulullah, aku tlh menyembelih dua ekor kambing sebelum shalat, dan yg aku ketahui bahwa hari ini adalah hari kita bergembira dgn makan dan minum. Dan aku menyukai bila dua ekor kambingku itu menjadi yg pertama disembelih di rumahku lalu aku memasaknya dan menikmatinya sebelum aku berangkat utk shalat!" Beliau bersabda: "Kambingmu setatusnya adalah kambing yg disembelih utk diambil dagingnya (bukan daging kurban)." Laki-laki itu berkata lagi, "Wahai Rasulullah, kami masih memiliki anak kambing yg dia lebih kami cintai dr dua ekor kambing tadi. Apakah aku dibolehkan berkurban dgnnya?" Nabi SAW menjawab: "Ya. Akan tetapi tdk boleh utk seorangpun setelah kamu."

Advertisement
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: